Akibat Berbohong dan Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan

1 menit baca
Akibat Berbohong dan Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan
Akibat Berbohong dan Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan

Jika curangnya terlanjur diketahui pelaku pasar, pedagang semacam itu akan habis ceritanya. Meskipun ia promosi kemana-mana. Iklan dengan dana besar-besaran. Pakai sistem endorse dari orang yang punya popularitas. Meskipun ia membayar jasa marketing ternama. Media sosial dikerahkan dan dimaksimalkan. Hasilnya akan percuma. Kenapa? Terlanjur pelaku pasar mengenalnya sebagai pedagang yang curang.

Pujangga besar di masa Abbasiyyah, Mahmud al Warraq (wafat 225 H) bersyair (Ad Diwan, hal 152) :

كذبَت و من يكذب فإن جزاءه إذا ما أتى بالصدق ألا يصدقا

إذا عرف الكذاب بالكذب لم يكن لدى الناس ذا صدق و إن كان صادقا

و من آفة الكذب نسيان كذبه و تلقاه ذا حفظ إذا كان حاذقا

Kamu berbohong. Ingatlah, balasan orang berbohong adalah

Saat jujur sekalipun, orang tidak percaya

Bila seseorang telah dicap pembohong, maka seterusnya

Ucapannya tidak diterima orang, walau ia jujur

Parahnya si pembohong adalah cepat lupa dengan kebohongannya sendiri

Namun, bagi orang cerdas, bohongnya akan selalu diingat

Pesanku untukmu, wahai Anak muda. Tanamkan kejujuran pada dirimu sejak dini. Jangan coba-coba curang. Hingga saat nantinya engkau sudah berkeluarga dan mesti bekerja, engkau adalah pribadi yang jujur. Maka, keberhasilan bukanlah khayalan saja.

Lendah, 03 Agustus 2021

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca