Gelisahmu Karena Jauhmu Dari Allah Ta’ala

2 menit baca
Gelisahmu Karena Jauhmu Dari Allah Ta’ala
Gelisahmu Karena Jauhmu Dari Allah Ta’ala

Seorang ulama Salaf berkisah :

Saya pernah bertemu satu anak kecil dalam perjalanan menuju Mekkah.

” Kamu tidak merasa takut? “, saya bertanya.

Anak kecil itu menjawab, ” Sungguh! Merasa tenang dengan Allah dapat menghilangkan semua rasa takut yang ada pada diriku”

( al Mudhisy, karya Ibnul Jauzi, hal.500 )

Subhanallah!

1. Kaum Salaf mendidik anak untuk cinta kepada Allah Ta’ala. Sejak kecil telah tertanam rasa dekat dan tenang dengan Allah Ta’ala.

Anak tidak dituntut meraih prestasi duniawi. Anak tidak dikejar-kejar menumpuk koleksi piagam penghargaan. Anak tidak ditarget mendapat piala sang juara sebanyak-banyaknya. Anak tidak dipatok sekadar nilai setinggi-tingginya.

Esensi pendidikan adalah membentuk kepribadian yang mulia. Punya tanggungjawab, amanah, jujur, dan dapat dipercaya. Hal itu dapat tercapai dengan mengokohkan akidah tauhid.

2. Perhatian kaum Salaf terhadap anak-anak. Bertemu dengan seorang anak adalah momen menyenangkan. Suatu kesempatan emas untuk berbincang, berdiskusi, dan berbicara.

Bagi Salaf ; anak-anak adalah aset paling berharga. Oleh karena itu, anak-anak selalu menjadi prioritas utama. Terus dinomorsatukan.

3. Apresiasi kaum Salaf kepada anak-anak. Coba lihat bagaimana ulama tersebut menceritakan kejadian itu untuk kita. Kalau tidak menghargai, buat apa cerita itu disampaikan?

Hal ini sekaligus membuktikan ketawadhuan Salaf!

4. Jawaban anak kecil itu adalah jawaban untuk semua tanya yang ada, ” Kenapa aku merasa gelisah? Kenapa aku cemas? Kenapa aku dibayangi ketakutan? “, dan tanya-tanya semisal.

Maka, gelisah kita, karena jauh dari Allah Ta’ala.

Lendah, 22 Jumadal Akhir 1443 H/25 Januari 2022

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (375) Beberapa kali As Syaikh Az Zahrani bercerita, ” Ada ulama fiz zabaya khabaya. Murid-murid senior Asy Syaikh Rabi’...
  • Al Fudhail bin Iyadh agak heran bertanya kepada Ibnul Mubarok, “Kamu aneh. Kamu mengajak hidup zuhud, apa adanya dan...
  • ( 94 ) Walau Satu Hadis Esensi thalabul ilmi adalah mengamalkan. Bukan banyak-banyakan. Bukan pula hitung-hitungan jumlah. Bukan juga...
  • (341) Al Utsaimin (Syarah Arbain, hadits ke- 4) menerangkan bahwa rezeki ada dua bentuk. Pertama; rezeki untuk kebutuhan badan,...
  • فَلا تَكْتُمُنّ اللهَ مَا فِي نفوسِكُم … لِيَخْفى ومَهما يُكتمِ اللهُ يَعْلَمِ يُؤخَّر فيُوضَع فِي كِتَابٍ فَيُدّخَر … لِيَومِ الْحسابِ أو...
  • 1. Kekuasaan Bani Umayyah dari jalur Muawiyah bin Abi Sufyan : dimulai dengan Muawiyah bin Abi Sufyan dan diakhiri...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca