![]() |
| Mungkin jawabannya ada pada cerita sahabat Abdurrahman bin Auf! |
Hari itu, Abdurrahman berpuasa. Tiba berbuka dan berbagai hidangan disajikan, beliau menangis.
“Mush’ab bin Umar telah terbunuh, padahal ia lebih baik dari saya. Namun, tidak ada kain kafan yang cukup kecuali selembar kain burdah. Jika kepala ditutup, terbuka kedua kakinya. Bila kedua kaki tertutup, maka kepala yang terlihat”, kenangnya.
Abdurrahman menangis karena takut. Kenapa? Mengingat masa-masa awal perjuangan dakwah yang sulit. Mengingat kawan-kawan yang telah mendahului menunaikan janji.
Sementara, Abdurrahman melihatnya dirinya hidup dalam kesenangan dan ketersediaan. Dunia terbuka dan terbentang.
Abdurrahman bin Auf berkata :
وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا
“Sungguh! Kita mesti khawatir, jangan-jangan kebaikan-kebaikan yang diperbuat, balasan pahalanya disegerakan di dunia” HR Bukhari no.1275
Maka, janganlah tinggi hati karena merasa telah berhasil. Janganlah angkuh karena sekarang sudah banyak fasilitas. Janganlah pongah sebab merasa dakwah berkembang dan semakin diterima.
Janganlah lupa diri!
Bisa jadi, tanah yang semakin banyak, gedung bangunan yang terus tumbuh, ekonomi yang mapan, fasilitas yang lengkap, kendaraan yang banyak dan mewah, bisa jadi itu adalah pahala yang disegerakan di dunia.
Padahal, sahabat Abdurrahman bin Auf saja inginnya pahala disempurnakan esok di hari kiamat.
Demikianlah! Setiap perjuangan meninggalkan cerita. Ada yang telah pergi dan menunaikan janji. Ada yang terhempas jatuh. Ada yang masih menanti.
مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)” (QS Al Ahzab:23)
Semoga Allah Ta’ala merahmati saudara-saudara yang telah mendahului. Mudah-mudahan yang masih menanti dapat bersabar dalam istiqamah. Tidak terlena dengan dunia.
Jazirah Maluku, Ambon, 14 Shofar 1444 H/10 September 2022
