Bosan Hidup

3 menit baca
Bosan Hidup
Bosan Hidup

(303)

Bosan Hidup

“Ustadz pernah bosan hidup?”, teman bertanya. Sebenarnya bukan pertama kali pertanyaan semacam itu ditujukan kepada saya.

Beberapa teman yang mengalami bosan hidup, setelah panjang lebar bercerita, menanyakan, apakah saya mengalami hal yang sama?

Bosan hidup yang dimaksud adalah kondisi tidak semangat beraktivitas seperti biasanya, bahkan kehilangan minat dalam hal-hal yang sebelumnya sangat disukai.

Bosan hidup ditandai dengan menurunnya motivasi berkegiatan, seperti pekerjaan, pendidikan, ta’awun, dan berkeluarga. Akibatnya, produktivitas berkurang.

Orang yang sedang bosan hidup cenderungnya mudah emosi, gampang tersinggung atau bersedih tanpa alasan yang jelas.

Bahkan, memilih mengisolasi diri dari pergaulan. Ia menghindari pertemuan sosial. Berinteraksi dengan orang lain, baginya membosankan bahkan membuatnya terluka dan dirugikan.

Ibnul Qayyim (Al Fawaid hal.181) menyebut bosan hidup sebagai penyakit yang paling berbahaya. Orang yang bosan hidup, tidak mensyukuri nikmat Allah.

Berikut ini beberapa langkah untuk mensiasati rasa bosan:

Pertama; mempelajari siklus iman, naik turunnya dan lemah menguatnya. Sebelum iman melemah, sudah mengambil langkah mengokohkan.

Sahabat Umar bin Khattab berkata:

هَلُمُّوا نَزْدَادْ إِيمَانًا

Ayolah kemari, kita menambah iman ” (As Sunnah karya Al Khallal 1584)

Kedua; memilih ibadah yang memang variatif. Ibadah tak hanya tentang rukuk dan sujud, bukan sebatas puasa dan salat malam. Ibadah sangat luas maknanya.

Jika rasa bosan itu hadir, cobalah kunjungi orang-orang miskin sambil membagikan hadiah. Anda akan bahagia saat menyaksikan mereka tertawa bahagia. Anda akan kembali bersemangat setelah melihat bahwa masih banyak orang yang susah hidupnya.

Ketiga; berlomba-lomba berbuat baik! Maksudnya adalah menempatkan diri dalam ajang perlombaan berbuat baik. Lihatlah orang-orang yang telah melesat jauh ke depan dengan berbagai kebaikan!

Di mana kita? Tertinggal jauh. Di mana kita? Masih berada di baris belakang.

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba ” Al Muthaffifin: 26

Sementara orang-orang saleh telah berbuat yang terbaik, kenapa kita justru merasa bosan?

Keempat; berdoa! Ini langkah krusial. Sebab, bosan hidup diakibatkan suasana hati yang ekstrem fluktuatif.

Nah, ingatlah bahwa Allah adalah Dzat yang maha membolak-balikkan hati. Mintalah kepada- Nya agar hati tetap tenang dan damai. Mohonlah supaya hati tidak mengalami kebosanan.

Rasulullah ﷺ sering berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama- Mu ” HR Tirmidzi no.2140 dari Anas bin Malik

Kelima; mungkin saja inilah hikmahnya! Bosan hidup dikarenakan rutinitas yang sama di setiap hari.

Daripada terjun bebas ke rutinitas negatif atau turun level, kenapa tidak berpikir untuk naik level saja? Berpindah naik ke suasana dan semangat baru di level yang lebih tinggi.

Misalnya, sudah bosan hidup karena semua kebutuhan dunia telah terpenuhi. Uang ada. Semua jenis makanan minuman sudah di rasa. Jalan-jalan traveling telah dilalui.

Kenapa tidak naik level? Tinggal di dekat Pondok lalu private Al Qur’an dan bahasa Arab. Atau bila mampu, tinggal saja di kota suci Mekkah atau Madinah untuk fokus ibadah.

Intinya, jangan karena bosan hidup malah ingin kembali turun level seperti sebelumnya. Jangan karena bosan hidup malah berbuat maksiat mengotori hidup. Baarakallahu fiikum

Lendah, Rabu 18 Desember 2024

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (208) 9 sahabat lama pada belasan tahun lalu, berkenan berkunjung. Siswa-siswa SMA 1 Surakarta yang aktif di MKI di...
  • (144) Seakan tidak ada habisnya jika berbicara tentang Imam Ahmad bin Hanbal. Termasuk kisah cintanya! Karena benar-benar sibuk dan...
  • Ada dua orang dengan nama yang sama, yaitu Khalifah bin Khayyath. Keduanya ulama hadis. Beda angkatan yang tentu beda...
  • “Di manakah dirimu? Padahal jalan kebenaran hanya satu”, kata Ibnul Qayyim. Beliau menerangkan bahwa di jalan tersebut, ” Adam...
  • (364) Ada masalah pelik. Sangat rumit, berbelit-belit, dan terasa sulit. Ah, masalah tak hanya satu. Bertumpuk-tumpuk, bergerbong-gerbong. Bentuk-bentuk ikhtiar...
  • Ber dakwah melalui tulisan sudah dikenalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Hal tersebut ditunjukkan dengan surat-surat yang dibuat dan dikirimkan...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca