Nabi-Nabi di Negeri Mesir

4 menit baca
Nabi-Nabi di Negeri Mesir
Nabi-Nabi di Negeri Mesir

(381)

Mesir bukan hanya tentang piramida atau sungai Nil. Negeri Mesir merekam kisah banyak Nabi.

Walaupun artikel ini ringkas, harapannya bisa membantu membuka sedikit cakrawala pengetahuan.

Agar mudah, dicukupkan satu referensi sebagai acuan, yaitu Qashasul Anbiya karya Al Hafiz Ibnu Katsir, tahqiq Doktor Musthafa Abdul Wahid. Terbitan Maktabah At Thalib Al Jami’i, Mekkah. Cetakan III tahun 1988. Sebanyak 2 jilid.

Urutan penyebutan Nabi juga menyesuaikan urutan dalam kitab dimaksud.

1. Al Khalil Ibrahim (1/174-180)

Al Hafiz membuat judul ” Perjalanan hijrah Al Khalil alaihis salam menuju negeri Syam, masuk ke negeri Mesir, kemudian menetap di Tanah Suci (Al Quds) “

Al Hafiz menulis, ” Kemudian, Al Khalil alaihis salam meninggalkan Mesir menuju tanah berkah, yaitu tanah suci yang sebelumnya pernah didatangi. Al Khalil membawa hewan-hewan ternak, para budak, dan harta yang banyak. Turut mengiringi mereka Ibunda Hajar, seorang wanita qibthi Mesir “

Hajar adalah hadiah dari raja di Mesir yang sebelumnya ingin menguasai Sarah, istri Ibrahim. Selanjutnya, Hajar menjadi istri Ibrahim yang kemudian melahirkan Ismail dan keturunannya, termasuk Nabi Muhammad ﷺ.

Kisah raja zalim itu diriwayatkan Al Bukhari (3358) dan Muslim (2371). Ketika Ibrahim dan Sarah tiba di Mesir, ada laporan masuk ke raja bahwa seorang perempuan cantik telah datang. Ibrahim ditanya tentang Sarah, Beliau menjawab, ” Saudariku”. Maksudnya, saudari seagama.

Raja yang hendak memegang Sarah, seperti tercekik dan kejang-kejang. Sarah berdoa kepada Allah agar raja itu kembali normal. Namun, raja masih saja ingin menggangu Sarah. Namun, 3 kali usahanya gagal.

Kata raja;

إنَّكُم لَم تَأتوني بإنسانٍ، إنَّما أتَيتُموني بشيطانٍ!

” Sungguh, perempuan yang kalian bawakan untukku bukan manusia. Kalian membawakan setan untukku”

2. Nabi Ya’qub (1/304-310)

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا دَخَلُوْا عَلٰى يُوْسُفَ اٰوٰۤى اِلَيْهِ اَبَوَيْهِ وَقَا لَ ادْخُلُوْا مِصْرَ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ اٰمِنِيْنَ 

“Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman” (QS Yusuf: 99)

Al Hafiz membawakan beberapa riwayat bahwa setelah bertemu Yusuf, Ya’qub tinggal di Mesir selama 17 tahun sampai wafatnya.

3. Nabi Yusuf (1/276-277)

Kisah Yusuf di Mesir dimulai sejak dibeli sebagai budak oleh seorang pejabat Mesir. Hingga puluhan tahun berikutnya Yusuf menjadi pejabat kerajaan di Mesir.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ الَّذِى اشْتَرٰٮهُ مِنْ مِّصْرَ لِا مْرَاَ تِهٖۤ اَكْرِمِيْ مَثْوٰٮهُ عَسٰۤى اَنْ يَّـنْفَعَنَاۤ اَوْ نَـتَّخِذَهٗ وَلَدًا ۗ وَكَذٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوْسُفَ فِى الْاَ رْضِ ۖ وَلِنُعَلِّمَهٗ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَ حَا دِيْثِ ۗ وَا للّٰهُ غَا لِبٌ عَلٰۤى اَمْرِهٖ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّا سِ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (QS. Yusuf 12: Ayat 21)

4. Musa (2/347- seterusnya)

Al Hafiz menyatakan, ” Sungguh, Allah telah menyebutkan kisahnya dalam Al Qur’an di banyak ayat yang terpisah-pisah “.

Membaca kisah Musa tidak mungkin lepas dari Mesir.

Allah Ta’ala berfirman ;

وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰى وَاَ خِيْهِ اَنْ تَبَوَّاٰ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوْتًا وَّا جْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.” (QS. Yunus: 87)

Harun adalah saudara tua Musa. Kepada Allah Ta’ala, Musa bermohon agar saudaranya menjadi nabi juga untuk menguatkan, mendukung, serta penggantinya. Maka, kisah Harun pun tidak lepas dari Mesir.

Allah Ta’ala berfirman;

وَا جْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ 
هٰرُوْنَ اَخِى 
اشْدُدْ بِهٖۤ اَزْرِيْ 
وَاَ شْرِكْهُ فِيْۤ اَمْرِيْ 

“dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,”
“(yaitu) Harun, saudaraku,”
“teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,”
“dan jadikanlah dia serikatku dalam urusanku,”
(QS. Ta-Ha: 30- 32)

Al Hafiz membuat judul, ” Penjelasan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan Isa bin Maryam alaihimas salam ketika masih bayi dan masa kecilnya, serta awal mula wahyu turun dari Allah kepada Beliau”

Ada beberapa riwayat disebutkan Al Hafiz bahwa kaum Yahudi yang mengetahui Isa bisa berbicara ketika masih bayi dan mendengar berita-berita tentang Isa, mereka ingin membunuhnya. Maka, Maryam pun membawa Isa untuk hijrah ke Mesir.

Al Hafiz menyebut riwayat Wahb bin Munabbih, ” Setelah Isa berusia 13 tahun, Allah memerintahkan untuk kembali ke Bait Iliya “. Bait Iliya adalah nama lama Yerusalem atau Al Quds.

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُ مَّهٗۤ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَاۤ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَا تِ قَرَا رٍ وَّمَعِيْنٍ

“Dan telah Kami jadikan (‘Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata (bagi kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang, dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.” (QS Al Mu’minun :50)

Sebagian ulama tafsir memahami bahwa yang lokasi yang dimaksud adalah Mesir.

Itulah beberapa nabi yang disebutkan di dalam Al Qur’an pernah berada di Mesir, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun kisah-kisah mereka secara panjang lebar, telah disebutkan dalam kitab-kitab sejarah para nabi.

Nyatanya, masih banyak ilmu yang belum kita pelajari.

Wallahu a’lam

5 Dzulqa’dah 1447 H/22 April 2026

anakmudadansalaf.id

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Saat ditanya hal ini , Imam Ahmad bin Hanbal menjawab ; عند أوّل قدمٍ تضَعُها في الجنّة ! “Saat...
  • (166) Di Indonesia, air zam-zam menjadi minuman yang dijual dengan harga mahal. Wajar, karena proses sampainya di Indonesia lumayan...
  • Saya tahu engkau lelah. Engkau sebagai orangtua pasti lelah. Membesarkan dan merawat anak bukanlah hal yang mudah. Mendidik dan...
  • ( 98 ) Suara aamiiiin menggema. Menggetarkan namun menentramkan. Suara aamiiiin yang diucap bersama di salat Maghrib oleh 1.000...
  • (258) Ditemukan manuskrip lain untuk kitab Risalah Tabukiah dengan judul yang berbeda, yaitu : Zaadul Muhaajir Ilaa Rabbihi (...
  • Pas ditakuni soal ini, imam Ahmad bin Hanbal manjawab: عند أوّل قدمٍ تضَعُها في الجنّة ! “Pas pertama kali...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca