![]() |
| Zahir bin Haram Al Asy-ja’i |
Zahir bin Haram Al Asy-ja’i. Beliau secara nasab bergabung dengan suku Asy-ja’ dari kabilah Ghatafan melalui jalur Adnan.
Dalam Mukhtasar Syama’il Muhammadiyah (hal.127) karya Al Albani, disebutkan sebuah hadits tentang canda Nabi Muhammad kepada Zahir.
Zahir, sahabat Nabi yang hidup di lingkungan badui, sering berkunjung ke kota Madinah untuk berjualan sekaligus membawakan hadiah untuk Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad sangat mengasihinya.
Pernah, saat Zahir menjual barang-barang yang dibawa dari badui di pasar kota Madinah, Nabi Muhammad memeluknya dari arah belakang.
“Siapa sih ini? Ayo, lepaskan saya!”, kata Zahir.
Setelah menoleh dan mengetahui Nabi Muhammad, Zahir justru membiarkan punggungnya melekat di dada Nabi Muhammad.
“Siapa yang tertarik membeli hamba sahaya ini?”, Nabi Muhammad bercanda. Sebab, kita semua adalah ‘abdun (hamba) bagi Allah.
Zahir bertanya, “Loh, demi Allah berarti Anda menganggap saya tidak berharga?”
Nabi Muhammad memuji, “Bukan demikian! Engkau di sisi Allah adalah hamba yang bernilai tinggi”
Al Albani dalam catatan kaki menjelaskan bahwa “Secara fisik, Zahir tergolong buruk. Namun, sejarah hidupnya sangat indah”
Apakah ada kebahagiaan melebihi sanjungan Nabi Muhammad, “Engkau di sisi Allah adalah hamba yang bernilai tinggi”
Masya Allah! Fisik bukan patokan. Wajah tidak menjadi acuan. Iman dan takwa lah yang menjadi pembeda.
23 Feb 2020
