![]() |
| Orangtua Teladan |
Belajar ilmu hadits, kita akan disuguhkan satu pembahasan menarik dan unik. Sampai sedemikian teliti dan cermat, para ulama mendalami Islam.
Riwayatu aabaa’ ‘anil abnaa’ (orangtua meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri).
Mengapa hal ini diangkat?
Supaya tidak salah kira atau keliru sangka! Dipikirnya terbalik. Padahal, memang ada dan benar-benar ditemukan, seorang ayah atau seorang ibu meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri.
Selain itu, hal ini membuktikan ketawadhuan dan rendah hati para ulama. Mereka tidak segan, tidak sungkan, untuk menimba ilmu walaupun berguru kepada anaknya sendiri.
Kemudian, fakta ini memperlihatkan metode salaf dalam pendidikan anak. Mereka mengapresiasi dan mengakui eksistensi anak muda.
Lalu, catatan ini pun menerangkan bagaimana semangat anak-anak muda di masa Salaf untuk ikut ambil bagian dalam penyebaran ilmu.
Karya ilmiah yang paling dikenal dalam hal ini adalah buah tangan Al Khatib al Baghdadi.
Beberapa contoh Salaf yang meriwayatkan hadits dari anaknya, adalah:
Anas bin Malik dari putrinya, Aminah
Umar bin Khatab dari putranya, Abdullah
Abbas bin Abdul Muthalib dari putranya, Abdullah dan Al Fadhl
Sulaiman bin Tharkhan dari putranya, Mu’Tamir
Ahmad bin Syahin dari putranya, Muhammad
Hal ini mengingatkan kita bahwa semua orang berkedudukan sama dan setara dalam kesempatan menjalani thalabul ilmi.
Anak muda, capaian apa yang hendak engkau cari?
Baarakallahu fiikum
20/10/20
