Memaafkan Itu Menyenangkan

2 menit baca
Memaafkan Itu Menyenangkan
Memaafkan Itu Menyenangkan

Ibnu Bathal (Syarah Shahih Al Bukhari 6/575) menyebutkan kisah Al Hasan al Basri yang berdoa di suatu malam, “Ya Allah, maafkanlah orang-orang yang menzalimi diriku”.

Doa itu diulang-ulang oleh beliau.

“Wahai Abu Said”, seseorang menyapa Al Hasan dengan panggilan akrabnya keesokan harinya.

Orang itu melanjutkan, “Tadi malam, saya mendengar sendiri doa Anda agar Allah memaafkan orang-orang yang telah menzalimi Anda”

Saking banyak dan seringnya doa itu diulang, orang tersebut mengatakan, “Sampai-sampai saya berharap pernah menzalimi Anda”.

Supaya termasuk yang didoakan Al Hasan untuk dimaafkan Allah.

“Kenapa Anda bersikap demikian?”, tanyanya kepada Al Hasan.

Beliau menjawab : “Terlecut oleh firman Allah Ta’ala :

{ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّه }

Artinya : “Barangsiapa mau memaafkan dan bersikap mulia dalam memaafkan, pahalanya Allah yang menetapkan”

Luar biasa!

Pahala dari Allah yang menjadi orientasi hidup mereka. Apapun tidak berharga jika dibanding pahala.

Emosi yang ingin diluapkan, kekesalan yang mau diungkapkan, kemarahan yang hendak dimuntahkan.

Itu semua ditahan.

Benci yang menggoda. Dendam yang menyapa. Ingin membalas dengan sikap yang sama.

Itu semua luruh dan runtuh di hadapan firman Allah Ta’ala.

Dek, di pesantren itu, kita belajar dan berlatih untuk menahan diri dan mengekang emosi.

Mengendalikan diri dan mengelola sikap merupakan salah satu tujuan agung kenapa kita ingin hidup di pesantren.

Temanmu mungkin membuatmu tidak nyaman. Membuatmu kesal.

Sahabatmu rupanya bukan sahabat yang baik karena tidak pandai menutupi kekuranganmu. Bahkan ia mentertawakanmu.

Sudahlah.. ingat kembali firman Allah di atas. Maka, bakal lapang hatimu. Damai jiwamu.

Jika tidak demikian, sudah hilang kesempatan dapat pahala, sempit pula hatimu.

Lumbir 20 Des 2020

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (325) Untukmu yang akan kembali ke Pondok. Ini hanya sekeping cerita tentang kami, yaitu saya dan yang selangkah, senafas,...
  • (287) Fenomena Cerai Muda Ternyata bukan hanya praduga! Baik Kemenag maupun BKKBN sebagai pihak yang menangani, menyatakan kasus perceraian...
  • (73) Tidak banyak, bahkan sangat sedikit, seorang tokoh Islam yang diberi kemampuan menggabungkan keilmuan, kekayaan, dan jabatan tinggi. Coba-coba...
  • ” Sungguh, mayoritas orang hanya sebatas memanfaatkanmu untuk memenuhi keinginan mereka, walaupun berdampak buruk terhadap agama dan duniamu. Mereka...
  • (74) Walau hanya obrolan ringan, beberapa pertanyaan yang saya sampaikan kepada Abu Irsyad -sahabat yang mendampingi perjalanan mobil-, dijawabnya...
  • (166) Di Indonesia, air zam-zam menjadi minuman yang dijual dengan harga mahal. Wajar, karena proses sampainya di Indonesia lumayan...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca