Bahagia di Rumah Tangga

3 menit baca
Bahagia di Rumah Tangga
Bahagia di Rumah Tangga

(Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ustadz.

Perkenalkan ana Fulan, ikhwan kota X. Ana dapat nomor ustadz dari salah satu ikhwah yang ada di WA grup peternakan, pertanian dan perikanan.

Ustadz, ‘afwan ana sedang butuh akan nasehat pernikahan, kiranya antum berkenan memberikan nasehat/wejangannya kepada ana

Baarakallahu fiik)

Pesan telegram di atas sudah ada sejak beberapa hari yang lalu. Saya hanya sebatas menjawab singkat. Saya pikir, jawabannya perlu dipersiapkan secara lebih matang.

Jawaban berikut selain buat saudara saya yang di atas, juga buat kalian adik-adikku di Pusdiklatmu yang tentunya sudah mulai berpikir dan merencanakan untuk berumah-tangga.

Point-point berikut saya tujukan kepadamu, wahai calon suami.

1⃣ Tentukan dan pastikan terlebih dahulu. Apakah tujuanmu menikah? Buat apa berumah tangga?

Mengenai hal ini, engkau harus berani jujur dan berterus-terang. Paling tidak pada dirimu sendiri. Ingat, Allah maha mengetahui apa niatmu untuk menikah.

Tergoda kecantikan. Dapat cerita ini dan itu tentangnya. Orangtuanya kaya raya atau bahkan dia memang kaya. Kepintaran dan kecerdasan. Karena kasihan dan ingin menolong. Tidak enak menolak karena sudah ditawarin. Sudah kenal sejak kecil. Atau apa alasanmu?

Dek, rata-rata jika ditanya, jawabannya adalah niat saya adalah untuk ibadah. Demi melaksanakan sunnah Rasul.

Jika memang demikian, mestinya semua faktor selain ibadah dapat dikelola dan disesuaikan bukan?

Benar! Niat menikah itu adalah ibadah. Menggapai ridha Allah. Mengikuti sunnah Rasul. Mendirikan bangunan ibadah yang banyak tidak dapat dilaksanakan tanpa menikah.

Ada orang datang bertanya kepada Sufyan bin Uyainah, “Aku hendak curhat kepadamu tentang istriku. Rasa-rasanya aku sangat direndahkan dan tidak dianggap olehnya?”

“Barangkali, niatmu dulu menikahinya agar statusmu menjadi meningkat?”, Sufyan mencoba bertanya.

Orang itu menjawab, “Benar”

Sufyan lantas menjelaskan, “Barangsiapa menikah supaya status sosialnya naik, ia akan dicoba dengan kehinaan. Barangsiapa menikah agar menjadi kaya, ia tentu dicoba dengan kemiskinan. Barangsiapa menikah bertujuan dapat melaksanakan ibadah, niscaya Allah himpunkan untuknya kemuliaan, kekayaan dan agama sekaligus” (Tahdzibul Hilyah 2/436)

Artinya, apa yang akan engkau rasakan sesuai dengan apa yang engkau niatkan.

2⃣ Ingat-ingatlah bahwa tidak ada sosok sempurna

Point ini sangat penting, Dek.

Jangan pernah berpikir ada wanita sempurna yang bisa engkau peristri. Tidak ada cacat, tanpa cela. Semua serba istimewa. Nol kekurangan. Nihil catatan.

Wanita tercipta dengan kondisinya yang bengkok. Seperti tulang rusuk. Jika dipaksa lurus, patahlah dia. Bila dibiarkan, ia tetap bengkok. Maka, sering-seringlah mengingatkan dengan cara yang baik. Lembut dan bijak.

Mengenai hal ini, ingat-ingatlah pesan Nabi Muhammad (HR Muslim dari sahabat Abu Hurairah) :

: لَا يَفْرَكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً ، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

Artinya : Jangan sampai seorang suami membikin marah istrinya. Jika ia membenci satu hal dari istrinya, bukankah ia menyenangi hal lain dari istrinya?

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Zahir bin Haram Al Asy-ja’i. Beliau secara nasab bergabung dengan suku Asy-ja’ dari kabilah Ghatafan melalui jalur Adnan. Dalam...
  • (300) Berbohong seolah tak dapat lepas dari sosok anak. Masih kecil sudah bisa bicara dusta. Ada saja cara memilintir...
  • (165) Cinta harus terwujud nyata. Tidak hanya kata. Bukan sebatas retorika. Bukan karena terampil berbahasa. Ada bukti, ada aksi....
  • (38) Pencerahan dari Ibnul Qayyim (Bada’iul Fawaid 2/771) sangat berkesan. Menancap kuat untuk direnungkan. “Jika seseorang diganggu dan disakiti,...
  • (25) Literatur saya dalam catatan ini adalah karya seorang ulama Arab Saudi yang dimasukkan dalam daftar ulama wahhabi zaman...
  • (150) Perspektif ini dari individu yang hanya bisa menyaksikan dari jauh. Entah apa yang menjadi sekat, namun paling tidak...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca