Ribuan Lembar

2 menit baca
Ribuan Lembar
Ribuan Lembar

Berbicara produktifitas menulis, rasa-rasanya belum menemukan cerita yang lebih mencengangkan dibanding at Thabari.

Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at Thabari nama lengkapnya.

Andai jumlah lembar kertas yang pernah ditulis dibagi dengan total hari sejak lahir sampai wafat, boleh jadi per hari ada 60 halaman atau bahkan lebih.

Pernah at Thabari menyampaikan keinginan untuk menulis sejarah Islam versi lengkap atau tafsir al Quran. Kepada murid-muridnya beliau meminta untuk disediakan 30.000 (tiga puluh ribu) lembar kertas.

“Sampai mati pun, tidak akan cukup waktu”, komentar sebagian muridnya.

At Thabari dengan nada agak tinggi mengatakan, “Allahu Akbar! Tekad kalian benar-benar sudah mati!”

At Thabari tetap meminta untuk disediakan 30.000 lembar kertas. (Tadzkiratul Huffadz 2/712)

Bagaimana tidak demikian?

Sejarah beliau dalam thalabul ilmi (menuntut ilmu agama) sangatlah gemilang dan cemerlang.

Usia 7 tahun sudah hafidz al Quran. 8 tahun diangkat menjadi imam shalat. Mulai menulis hadits Rasulullah sejak berumur 9 tahun.

At Thabari benar-benar produktif menulis. Hal itu menggambarkan keluasan wawasan, dalamnya pengetahuan dan banyaknya ilmu yang dikuasai. Jika tidak, apa bahan untuk menulis?

Karya besar yang ditulis dengan tangan beliau sendiri di antaranya adalah Tarikh Rusul wal Muluk (Sejarah Rasul dan para Raja). Karya beliau ini lebih dikenal dengan Tarikh Thabari.

Karya sejarah beliau bahkan diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. The History of Al Thabari namanya.

Ada juga Tafsir at Thabari yang menjadi rujukan utama para pakar tafsir setelah zamannya, termasuk Ibnu Katsir.

Dek, mestinya kita merasa malu jika melihat fakta ini.

Ini nyata, Dek. Baarakallahu fiik

Saya hanya ingin bertanya untuk kita semua, “Apa yang sudah engkau tulis selama ini?”

Curhatan cengeng, cerita fiksi, novel bohongan, asal menulis atau …..

“Apa yang sudah engkau tulis selama ini?”

Untuk Islam, Dek! Untuk membuktikan cintamu kepada Rasulullah, Dek!

Untuk beribadah, Dek. Sebab, menulis pun beribadah.

Baarakallahu fiik

Di sela suara jangkrik di Lendah.

16 Feb 2021

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • ” He, engkau yang berharap pintu-pintu rezeki terbuka tanpa kunci takwa! Kok bisa, jalan penuh dosa engkau buat lapang,...
  • (325) Untukmu yang akan kembali ke Pondok. Ini hanya sekeping cerita tentang kami, yaitu saya dan yang selangkah, senafas,...
  • Jika curangnya terlanjur diketahui pelaku pasar, pedagang semacam itu akan habis ceritanya. Meskipun ia promosi kemana-mana. Iklan dengan dana...
  • (150) Perspektif ini dari individu yang hanya bisa menyaksikan dari jauh. Entah apa yang menjadi sekat, namun paling tidak...
  • (38) Pencerahan dari Ibnul Qayyim (Bada’iul Fawaid 2/771) sangat berkesan. Menancap kuat untuk direnungkan. “Jika seseorang diganggu dan disakiti,...
  • (384) Fitrah manusia, terutama orang tua, adalah menyayangi anak. Ingin dekat dan tidak merasa terganggu. Ketika terpisah, hati susah....

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca