Kawan, perhatikanlah sebilah pedang!

1 menit baca
Kawan, perhatikanlah sebilah pedang!
Kawan, perhatikanlah sebilah pedang!

Berbulan bahkan bertahun ia dibuat.

Berton-ton pasir besi harus dikumpulkan. Diubahnya menjadi bijih-bijih besi. Dipanaskan sampai titik didih tertinggi. Dibakar, dipanaskan, dilipat-lipat, dipukul, dipalu, digada, lalu dipanaskan lagi.

Dibentuk, dipukul, dipanaskan sampai membara memerah. Ditempa dan ditempa.

Jadilah laksana pedang, Kawan.

Siap ditempa, selalu dibakar, dan dipanaskan.

Jangan mengeluh! Usah berkesah! Berjiwalah dengan meniru pedang.

Di pesantren, engkau ibarat bijih-bijih besi yang hendak dibentuk pedang.

Bersabarlah di pesantren. Jika tidak, engkau hanya seperti pasir besi yang beterbangan.

(Edit dari “Masa Orientasi” 21-23/09/2019)

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (113) Abu Thalhah (Sahih Bukhari 1461 Muslim 998) termasuk orang kaya kaum Anshar. Kekayaannya berupa kebun-kebun kurma yang produktif....
  • Muhammad bin Ajlan al Madani berada dalam kandungan ibunya lebih dari 3 tahun. Hal serupa juga dialami oleh Malik...
  • Abu Manshur al Baghdadi al Khayyath. Lahir tahun 401 H dan wafat pada usia 98 tahun. Adz Dzahabi dalam...
  • ” Sungguh! Jika seorang mukmin merasa jalan keluar yang ia harap tidak kunjung tiba, padahal sudah sering berdoa dan...
  • (194) Negeri Aman di Tengah Pegunungan Tandus Mekkah berada di seputaran 330 meter di atas permukaan laut. Kota tua...
  • (348) Ada banyak definisi kita temukan untuk istilah flexing. Namun, jika dipersingkat, flexing adalah pamer. Walau motifnya berbeda-beda, namun...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca