Kisah Kesabaran Ibnu Nabulusi dalam Membela Sunnah

1 menit baca
Kisah Kesabaran Ibnu Nabulusi dalam Membela Sunnah
Kisah Kesabaran Ibnu Nabulusi dalam Membela Sunnah

Ibnu Nabulusi ditangkap, dipenjara, lalu dieksekusi mati dengan cara dikuliti hidup-hidup karena menentang Daulah Ubaidiyyah.

Saat disidang beliau ditanya, ” Apakah benar engkau mengatakan; andai ada 10 anak panah, maka satu anak panah diarahkan prajurit Romawi sementara yang sembilan diarahkan ke kami?”

Beliau menjawab, ” Saya tidak bilang begitu. Saya justru mengatakan; jika ada 10 anak panah, maka sembilan diarahkan kepada kalian, sisa satu diarahkan lagi ke kalian. Karena kalian telah mengubah-ubah agama, membunuh orang-orang saleh, dan mengaku-aku memiliki cahaya ketuhanan”

Ibnu Nabulusi dieksekusi dengan dikuliti hidup-hidup dari belahan rambut kepala sampai wajah. Beliau bersabar dan tidak berhenti berdzikir.

Saat tiba di area dada, algojo merasa kasihan sehingga dia menusuk jantungnya dengan sebilah belati sampai wafat.

Semoga Allah merahmati beliau. Beliau wafat tahun 363 H.

Demikianlah kesabaran dan perjuangan para ulama dalam membela Sunnah Nabi.

Ada sebuah kitab yang ditulis oleh As Syaikh Khalid bin Dhahwi az Zhafiri mengenai hal ini.

Selain cerita di atas, banyak contoh kesabaran ulama yang beliau sebutkan.

Judul buku beliau ” Sulwanus Salafy ‘inda Kaidil Khalafi”. Hiburan Seorang Salafy Saat Menghadapi Gangguan Orang Yang Membenci.

Semoga Allah kokohkan kita di atas Sunnah.

Lendah, 01 Desember 2021

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca