![]() |
| Laftatul Kabid (Dari Lubuk Hati Buat Ananda) |
Laftatul Kabid ( Dari Lubuk Hati Buat Ananda) adalah lukisan pengorbanan dan gambaran perjuangan orangtua yang selalu menjaga nyala optimis agar tidak padam. Laftatul Kabid bagai sumber mata air yang menolak untuk berhenti mengalirkan harapan.
Selagi lisan masih mampu berucap, ia tidak berhenti berdoa. Semasih kedua telapak tangan bertengadah, ia terus menyanjungkan puja-puji kepada Allah dzat yang membolak-balikkan hati. Selama jantung berdetak, asalkan nafas terus berhembus, ia sebagai orangtua akan selalu berharap : anaknya menjadi anak yang baik, taat, dan berbakti. Ia akan menjaga asa supaya anaknya bahagia dunia akhirat. Sampai hayat tak lagi dikandung badan.
Pembaca, rahimakallah… Laftatul Kabid yang diterjemahkan dengan hati hingga terasa di hati oleh Ustadzah Ummu Ishaq sangat tepat menjadi referensi bagi orangtua. Pun layak dikonsumsi oleh kaum remaja. Sayang jika dilewatkan.
Di akhir cerita, Abul Qasim ikut mensalatkan jenazah ayahnya, yakni Ibnul Jauzi. Semoga hal tersebut pertanda taubatnya.
Maka harapannya, Laftatul Kabid ditulis dengan sepenuh hati, diterjemahkan securah hati, diterbitkan dengan seisi hati, lalu dibaca dengan setulus hati. Semoga menjadi sebab kebaikan anak-anak kita. Aamiiiin yaa Arhamar Raahimiiin
Lendah, Kulonprogo
Senin malam 21 Rajab 1443 H/21 Februari 2022
Abu Nasim Mukhtar bin Rifai
