![]() |
| Kisah Abu Hurairah dan Ibu yang Masuk Islam |
Di depan pintu rumah, Ibunda nya mendengar suara langkah kaki Abu Hurairah.
Kata Ibunda nya, ” Tetaplah di situ, Abu Hurairah!”
Abu Hurairah menunggu di luar dan tidak masuk ke dalam rumah.
Terdengar suara air bergemercik. Rupanya Ibundanya mandi. Lantas berpakaian yang rapi. Lalu membuka pintu dan menyatakan ;
يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
“Wahai Abu Hurairah, saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah. Saya pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya”
Saat itu juga Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah ﷺ sambil menangis bahagia.
Duh…duh, bahagia sangat Abu Hurairah!
Adakah sebahagianya? Sebahagia saat Ibunda nya masuk Islam dan bersyahadat.
Itulah intisari bakti! Mengikhtiarkan dan memperjuangkan hidayah untuk orangtua.
Tempuhlah jalan bijak! Rebut hati orangtua dengan akhlak mulia. Berbicaralah dengan sopan. Berucaplah lemah lembut. Iyakan dan lakukan apa yang bisa.
Jangan kasar kepada orangtuamu! Kalaupun ada yang tak tepat di hati, buanglah dan lupakan saja. Dan tetap selalu ada senyum dan kata-kata manis.
Jangan lupa, selalulah berdoa! Mintalah kepada Allah;
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Wahai Rabb-ku, aku memohon kepada-Mu…ampunilah aku…ampunilah kedua orang tua ku…limpahkanlah rahmat-Mu, ya Allah, untuk kedua orang tua ku…sebagaimana mereka berdua telah lelah dan bersabar merawatku sedari kecil…
Ujungpandang 06 Desember 2021
