Teras Belakang Kehidupan Remaja

3 menit baca
Teras Belakang Kehidupan Remaja
Teras Belakang Kehidupan Remaja

Tanpa harus membuka kamus, kita sama-sama mengerti, siapakah yang dimaksud dengan remaja? Fase remaja adalah fase abu-abu antara anak-anak dan dewasa. Seorang remaja pantang untuk dianggap masih anak-anak, namun perilakunya yang belum mencerminkan kedewasaan, membuatnya kurang diterima di lingkup orang-orang dewasa.

Fase remaja adalah fase yang mau tidak mau harus dilewati dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Padahal, fase ini adalah fase yang sangat rawan, rentan, dan kritis. Salah langkah sama artinya dengan potensi kegagalan, minimalnya mengalami keterlambatan sukses.

Remaja dalam konteks ini, bisa menjadi subyek atau obyek. Subyek, artinya: pembaca adalah seorang remaja. Sementara obyek, pembaca sedang membicarakan dan membahas kaum remaja.

Ibnul Jauzi yang sedang menasehati atau menuturi, sangat jelas menempatkan putranya yang sedang menginjak fase remaja sebagai obyek. Wejangan dan nasehat dituangkan Ibnul Jauzi dalam rangkaian bab yang disusun bagai surat untuk putranya. Surat itu lalu dinamai Laftatul Kabid.

Laftatul Kabid merupakan bukti cinta kasih seorang ayah kepada anak laki-lakinya yang mengalami graduasi akhlak dan kemorosotan moral. Abul Qasim, putra beliau, yang mula-mula baik, rajin, dan semangat berthalabul ilmi, di fase remaja tiba-tiba berubah drastis dan sangat ekstrem. Benar-benar bertolak belakang!

Ya. Terpengaruh lingkungan dan orang-orang jalanan. Itulah sebabnya!

Minimal ada 2 pelajaran hidup dari Laftatul Kabid yang perlu kita resapi ;

1. Hidayah semata-mata milik Allah Ta’ala. Hidayah tidak ditentukan dan diatur oleh manusia. Ibnul Jauzi sebagai ulama besar dan teladan umat pun bukanlah jaminan. Abul Qasim, putra beliau yang disebut dalam Laftatul Kabid, adalah satu-satunya anak beliau yang lepas dari harapan indah. Padahal Ibnul Jauzi memiliki beberapa anak.

Coba kita cermati! Ayah ibunya sama, tumbuh kembang dengan lingkungan yang sama, pola pendidikan juga sama, dan seterusnya. Namun, ada satu anak dengan fakta yang berbeda. Bukankah hal ini bukti terkuat bahwa hidayah itu bukan ditentukan oleh manusia?!

Di titik ini, menyadarkan kita selaku orangtua agar tidak boleh sekejap pun merasa aman dan baik-baik saja dengan perkembangan anak. Permukaan tidak selalu menandakan dasarnya. Senyuman bisa jadi cara yang dipakai anak untuk menutupi kepedihan. Ia tertawa, padahal sedang memendam luka. Maksud saya; kenalilah anak seutuhnya!

2. Anak menggambarkan perjuangan dan melukiskan pengorbanan. Ibarat kata, untuk kebaikan dan gemilangnya masa depan anak, orangtua tidak boleh mengenal menyerah. Dalam kamus orangtua tidak ada kata : capek, lelah, putus asa, pesimis, atau kata lain yang semisal. Sekali lagi, tidak ada istilah-istilah tersebut dalam pikiran orangtua.

Kesalahan fatal yang dilakukan banyak orangtua adalah : mengusir anak, tidak lagi menganggapnya anak, menyatakan rela kehilangan anak, berlepas diri dari anak, bahkan – na’udzu billah – mengutuk, melaknat, dan mendoakan kejelekan buat anak.

Pertanyaan sederhana; apakah sikap-sikap diatas lantas membuat masalah selesai? Problem usai?

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • As Sa’di dalam tafsir surat al Kahfi sangat indah melukiskan kata tentang Ashabul Kahfi, anak-anak muda luar biasa itu...
  • (236) Ibnul Qayyim (Zaadul Ma’ad, 3/114-117) menerangkan; di dalam kota Madinah ada 3 perkampungan Yahudi; Bani Qainuqa’, Bani Nadhir,...
  • ( 99 ) Ada sesi perkenalan antar peserta dalam kajian di Pondok As Sunnah Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung....
  • (272) Beribadah tak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan dan kendala. Kenapa? Karena untuk menjadi yang terbaik di sisi Allah,...
  • (334) Abul Wafa’ Ibnu Aqil, ulama besar yang wafat tahun 513 H, mengatakan, ” Sungguh, aku merasakan semangatku thalabul...
  • (184) Dua orang tua, 53 tahun dan 2 tahun lebih muda. Yang tua duduk bersandar diam di batang pohon...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca