Ada Yang Menanti, Ada Yang Telah Menunaikan Janji

2 menit baca
Ada Yang Menanti, Ada Yang Telah Menunaikan Janji
Ada Yang Menanti, Ada Yang Telah Menunaikan Janji

(139)

Bandara Pattimura. Alhamdulillah mendarat mulus di sela-sela gerimis. Muncul kenangan menyapa 22 tahun lalu. Ambon mengganti masa putih abu-abu.

Berdakwah artinya berjuang. Berjuang tak mungkin tanpa pengorbanan. Lebih-lebih jika merintis. Memulai dari awal.

Lebih banyak cerita duka. Seringkali terbentur luka. Hampir tak lepas dari perih dan pedih.

Berkali-kali jatuh. Berulang-ulang terantuk. Gagal lalu gagal. Buntu. Sejengkal lagi putus asa. Kemudian, terbitlah cahaya terang. Menang!

حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa” (QS Yusuf 110)

Setiap perjuangan dakwah selalu begitu!

Ada yang berjatuhan. Terhempas. Terlempar. Lepas. Tak sabar dengan pahit getirnya berjuang. Terburu-buru ingin selesai. Akhirnya memilih mundur, pergi, menjauh, dan menghilang.

Ada yang bersabar hingga akhir. Tabah. Tegar. Kukuh. Berpegang pada prinsip. Komitmen dengan garis perjuangan. Sampai ajal tiba. Napas terakhir berhembus, ia tetap istiqamah. Tunai sudah janji bakti.

Ada yang menanti. Masih belum pasti. Akankah ia bertahan atau putuskan berhenti saja. Maukah ia melanjutkan atau putar balik kanan.

Imam Ahmad meriwayatkan kisah sahabat Khabbab bin Al Arat yang menangis saat melihat kain kafan yang disiapkan menjelang wafatnya.

“Akan tetapi, Hamzah tidak punya kain yang cukup kecuali selembar kain burdah berwarna hitam putih. Jika ditutupkan kepala, kedua kakinya terbuka. Bila ditutupkan kedua kaki, maka kepala yang terlihat. Maka, kedua kakinya direntangkan lalu ditutupi dengan rumput Idzkhir”, kenang Khabbab.

Khabbab menangis bukan karena takut kematian. Beliau menangis bukan karena sedih akan berpisah dengan dunia.

Khabbab menangis karena teringat orang yang lebih baik darinya, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib telah menunaikan janji. Meninggal dunia tanpa memiliki apa-apa. Sementara dirinya masih menanti.

Sahabat Amr bin Al Ash (Sahih Muslim no.121) sempat menangis sebelum wafat, sambil memalingkan wajah ke arah dinding.

Amr bercerita tentang fase kehidupannya. Mulai dari fase kekafiran sampai masuk Islam. Kemudian fase beliau sebagai gubernur Mesir selama 7 tahun lebih 3 bulan.

Saat bercerita tentang Islamnya, Amr mengatakan :

ولو مت على تلك الحال لرجوت أن أكون من أهل الجنة

“Andaikan aku mati di saat itu, besar harapanku masuk surga”

Namun, Amr sangat takut dengan keadaannya yang terakhir. Ketika kekuasaan di tangan, harta benda berlimpah, makanan minuman selalu tersedia, dan fasilitas-fasilitas keduniaan serba ada.

Amr mengatakan, “Kemudian, kita berkuasa atas banyak hal. Namun, aku tidak tahu bagaimanakah keadaanku?”

Apa yang membuat sahabat Amr menangis?

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (302) Kebiasaan ngerumpi tak hanya dijumpai pada kaum istri. Para suami pun sering ngerumpi. Hanya berbeda dalam beberapa hal...
  • Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud Al Farra’. Al Baghawi merujuk tempat kelahiran beliau di...
  • (150) Perspektif ini dari individu yang hanya bisa menyaksikan dari jauh. Entah apa yang menjadi sekat, namun paling tidak...
  • (140) Suasana kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu menuju Amahai menjadi istimewa dengan pemandangan ikan lumba-lumba di Laut Seram. Tujuan...
  • (353) Jelas masih muda usianya. Berjubah putih, bersorban merah. Seluruh badannya bergetar. Tubuh bergoyang kencang. Kedua tangannya seperti tidak...
  • Memperdalam dan mengembangkan kemampuan baca al Quran, tentu tidak bisa lepas dari nama al Imam asy Syathibi. Adz Dzahabi...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca