![]() |
| Bahasa Melayu Yang Tak Layu |
(225)
Kesan baru terasa benar. Kesan positif dan menggembirakan. Turun di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, disambutlah dengan baitan pantun.
Ada 2 lokasi yang dituju; Pesantren Dhiyaus Salaf di Pandau, Kampar dan Pesantren Abu Hurairah di Perawang, Siak.
Dakwah Salaf di Bumi Melayu terus berkembang. Selain 2 pesantren di atas, Pekanbaru sebagai ibukota provinsi Riau telah terbuka menyambut dengan adanya majlis-majlis taklim.
Masih ada lagi titik-titik dakwah di Bumi Melayu, seperti di ; Duri, Dumai, Rengat, Tembilahan, sampai Kuala Keritang.
Bukan keindahan alam, kekayaan tambang, atau perkebunan, yang dibicarakan. Khazanah bahasa dan estetika berbicara lah yang paling berharga.
Bahasa Indonesia masuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia Barat. Menurut sebuah referensi, bahasa Indonesia didasarkan pada bahasa Melayu dialek Riau yang dituturkan di timur laut Sumatera.
Di Bumi Melayu, ada kesempatan menambah perbendaharaan kata, menguatkan aspek sintaksis dan morfologi bahasa.
Sangatlah penting cakap berbahasa. Utamanya untuk pendakwah agama. Salah meletakkan kata, bisa membuat orang membenci. Sebagaimana pandai berbahasa menarik hati.
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۗ
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka QS Ibrahim: 4
Anak-anak mestinya diberi porsi yang lebih untuk pelajaran bahasa. Bahasa Arab sebagai bahasa Islam, itu harus! Bahasa Indonesia sebagai bahasa obyek dakwah haruslah dikuasainya juga.
Perih dan pedih jika menemui seorang anak yang dilabeli; pendiam dan tertutup. Padahal, bisa jadi ia pun ingin berbicara dan terbuka. Namun, tak bisa ia berbahasa.
Miris dan hati bagai teriris bila mendengar anak banyak dan aktif bicara, hanya saja bahasanya kurang sopan dan tiada elok.
Di dalam Al Qur’an, Allah memerintahkan:
وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا
Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia QS Al Baqarah 83
Ibnu Katsir menerangkan tafsirnya, ” Berbicaralah dengan mereka secara baik. Berbahasalah yang sopan kepada mereka! “
Anak-anak perlu dikenalkan cara berbahasa Indonesia yang aktif. Baik tulisan, maupun lisan.
Ajarkan gaya bahasa, majas dengan banyak macamnya, jenis kalimat, dan bentuk paragraf.
Supaya dari kecil, anak mampu berbahasa dengan baik, indah, dan kreatif. Agar mereka bisa mengutarakan isi hatinya, menyampaikan perasaan atau pendapatnya.
Tentu yang lebih besar dari itu adalah kemampuan untuk menyampaikan ilmu yang telah dipelajarinya.
Sungai Siak memantik rasa
Gunung Kerinci tinggi berkawah
Latihlah anak budi bahasa
Agar kelak pandai berdakwah
13 September 2023
