Agar Dakwah Salaf Tegak di Bumi Sasak

3 menit baca
Agar Dakwah Salaf Tegak di Bumi Sasak
Agar Dakwah Salaf Tegak di Bumi Sasak

(311)

Ustadz Ayip Syafruddin menekankan, ” Harus memilih momentum yang tepat untuk memberikan nasihat “.

Hal itu Beliau sampaikan sebagai jawaban pada sesi tanya jawab ketika ditanya, ” Apa nasihat Ustadz jika ada yang baper ketika diberi nasihat “.

Kajian dipusatkan di Masjid Al Haddadi, Suralaga Lombok Timur. Nama masjidnya yang bermakna pandai besi memang menggambarkan nama kampung, sejarah, dan profesi penduduknya.

Walau sekarang dengan perkembangan zaman, dari pandai besi beralih ke produk-produk alumunium.

Rangkaian Kajian di Pulau Lombok dimulai dari Kamis malam 23 Januari 2025 hingga Sabtu malam 25 Januari.

Beberapa masjid digunakan sebagai lokasi kajian. Mulai dari Lombok Barat, kota Mataram, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur.

Antusiasme peserta cukup menggembirakan. Selain dari Lombok sendiri, kurang lebih 30 peserta datang dari Denpasar. Masyarakat setempat pun aktif berpartisipasi.

Menurut atlas maritim zaman dahulu, pulau-pulau besar di sebelah barat yaitu Jawa, Sumatera, dan Kalimantan disebut Sunda Besar.

Sementara gugusan pulau di sebelah timur Jawa, meliputi Bali, Lombok, Sumbawa, hingga pulau Timor, bahkan Tanimbar, dinamakan Sunda Kecil. Sebelum tahun 1954, Bali, NTB, dan NTT menjadi satu propinsi bernama propinsi Sunda Kecil.

Lombok memang indah. Dari kampung Pande Besi, di pagi hari, gunung Rinjani gagah berdiri. Hari sebelumnya, kami diajak menikmati indahnya desa Sembalun yang berada di area Taman Nasional Gunung Rinjani.

Relief pegunungan dan lanskap perbukitan yang mengepung gunung Rinjani membuat tak jemu memandang. Lebih-lebih saat melintasi Puncak Pusuk, hanya kata Subhanallah yang dapat diucapkan.

Alhamdulillah dakwah Salaf di Bumi Sasak terus berkembang. Titik-titik kajian terus bertambah. 4 Ustadz asli Sasak bergantian menyampaikan dakwah yang tersebar di pulau Lombok.

Ada hal menarik yang membuat tersadar bahwa kemampuan berbahasa menjadi faktor yang membantu perkembangan dakwah.

Ustadz Juwaini terhitung memiliki kemampuan berbahasa Sasak dengan aktif. Dengan bekal bahasa Sasak, dakwah Salaf bisa menyentuh masyarakat setempat secara langsung. Walhamdulillah.

Maka, kiranya penting bahkan bisa dipertimbangkan bahwa kurikulum bahasa untuk lebih ditambah porsi dan jam pelajarannya.

Bahasa yang dimaksud, adalah bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan tentu bahasa daerah. Bahasa seharusnya ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Bukan hanya kosakata, kesantunan, tatabahasa, dan etika berbicara pun harusnya diprioritaskan.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ

” Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka” QS Ibrahim: 4

Mengenai ayat di atas, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Al Jawabus Sahih 2/71) menyatakan bahwa mula-mula Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk kaumnya, berdakwah dan memperingatkan mereka.

” Hal ini, bukan berarti Beliau tidak diutus untuk selain kaumnya “, terang Syaikhul Islam.

Beliau melanjutkan, ” Namun, setelah jelas bagi kaumnya karena menggunakan bahasa kaumnya (bahasa Arab), maka setelahnya dimungkinkan untuk diterangkan kepada selain kaumnya”

” Hal itu bisa dengan cara mempelajari bahasa mereka (selain Arab), atau menjelaskan dengan bahasa yang dapat dipahami “, tutup Syaikhul Islam.

Saudara-saudaraku di Pulau Lombok, bersemangatlah berdakwah! Jangan ragu melangkah. Kumpulkan pundi-pundi pahala dengan mengajarkan ilmu agama.

Ajari anak-anak pandai berbahasa yang baik. Termasuk, ajarkan bahasa Sasak. Semoga dengan berdakwah menggunakan bahasa Sasak, besar harapan dakwah Salaf dapat tegak di Bumi Sasak.

Pelabuhan Kayangan, 25 Januari 2025.

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (36) Dek, semoga saat membaca tulisan ini adek tidak melupakan sosok ayah yang jasa kebaikannya tak mungkin diabaikan. Ayah...
  • (92) Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i menyatakan, ” Sungguh! Pernikahan termasuk tanda-tanda kebesaran Allah. Seorang wanita dari arah...
  • (30) Jati diri seseorang tidak dapat dinilai dalam waktu singkat. Hanya mengenal beberapa saat, bagaimana mungkin sudah diberi penilaian...
  • ” Ketika engkau merasakan dirimu ingin lari dari kedamaian bersama Allah demi mencari kedamaian bersama makhluk. Engkau ingin berkhalwat...
  • (315) Tidak jauh dari Masjid Nabawi, dulu ada lapangan yang dipergunakan untuk inspeksi pasukan yang akan berangkat ke Badar....
  • (221) ” Di dunia, hanya ada dua kemungkinan. Senang atau susah. Orang beriman, saat senang atau susah, tetap kebaikan...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca