Sudah Cukupkah Waktumu Untuk Anak?

3 menit baca
Sudah Cukupkah Waktumu Untuk Anak?
Sudah Cukupkah Waktumu Untuk Anak?

(274)

Sudah Cukupkah Waktumu Untuk Anak?

Dibandingkan makanan dan minuman, waktu untuk bersama tentu lebih diinginkan anak.

Jika diberi pilihan, antara pakaian dan aksesoris, tentu anak lebih memilih waktu untuk bersama.

Bahkan, akan percuma bagi anak, bila diberi mainan atau diajak ke tempat bermain, lalu orang tua nya pergi, memisahkan diri, atau malah bermain sendiri.

Waktu bersama tidak akan terulang dan tidak mungkin tergantikan. Uang bisa dicari, barang dapat diberi. Tapi, waktu bersama, apalagi di momen spesial, apakah ada yang senilai dan sebanding?

Nabi Muhammad ﷺ sangat menekankan arti waktu untuk membersamai anak!

An Nasa’i (Shahih An Nasa’i 1140) meriwayatkan dari sahabat Syaddad Al Laitsi tentang perhatian Nabi Muhammad ﷺ terhadap anak-anak.

Nabi Muhammad ﷺ keluar dari rumah untuk salat menuju masjid Nabawi sambil menggendong cucunya; kalau bukan Hasan, maka Husain.

Beliau maju menuju tempat imam. Cucunya diletakkan di lantai. Beliau takbiratul ihram dan memimpin salat berjamaah.

Di tengah-tengah salat, Beliau sujud dengan durasi waktu yang lama. Tidak seperti hari-hari biasa.

Sahabat Syaddad mengangkat kepala dari sujud. Mungkin menyangka Nabi Muhammad ﷺ sudah bangkit dari sujud, atau mengkhawatirkan sesuatu.

Ternyata, si cucu sedang berada di atas punggung Rasulullah, padahal Beliau masih dalam kondisi sujud. Maka, saya pun kembali sujud “, kata Syaddad.

Selepas salat, para sahabat bertanya, ” Wahai Rasulullah, sungguh Anda tadi sujud di tengah-tengah salat dan Anda memanjangkan sujud. Sampai-sampai kami menyangka ada satu peristiwa telah terjadi, atau Anda sedang menerima wahyu “

Beliau menjawab:

كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعْجِلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ.

Bukan itu. Namun, cucuku bermain tunggang-tunggangan di punggungku. Maka, saya tidak ingin mengganggunya, sampai ia puas bermainnya

Minimal ada 3 pelajaran penting dari hadis di atas.

Pertama : Sejak dini, anak telah dikenalkan dengan masjid. Bukan hanya tentang masjid tentunya. Anak pun dibiasakan dengan ibadah di masjid, utamanya salat.

Banyak hadis menerangkan bahwa di masa Nabi Muhammad ﷺ, anak-anak kecil dibawa ke masjid.

Tentu tidak asal dibawa! Anak mesti dikondisikan agar tidak mengganggu kekhusyukan salat, tidak membuat gaduh, dan tidak menimbulkan najis.

Jika dilatih dan dibiasakan, anak akan terbentuk untuk tenang dan tidak mengganggu salat.

Harapannya, sejak masih kecil, anak telah membangun hubungan yang baik dengan Allah Ta’ala.

Kedua : Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk kita agar memberikan waktu yang cukup dalam membersamai anak.

Dengan membersamai, anak akan tumbuh kuat dan tangguh secara fisik, mental, sosial, dan kecerdasan.

Karena, kebersamaan dengan anak adalah asupan terbaik untuk tumbuh kembangnya.

Anak yang jarang diperhatikan, kurang porsi kebersamaannya dengan orang tua, tentu sedikit banyak membuat anak menjadi lemah. Lemah dalam aspek fisik, mental, sosial, dan kecerdasan.

Ketiga: Sabar!

Ketiga: Sabar! Iya, sabar saat membersamai anak-anak. Bisa kita bayangkan kesabaran Rasulullah ﷺ saat si cucu bermain tunggang-tunggangan di atas punggung beliau. Saat sedang sujud dalam salat. Ketika posisi beliau sebagai imam.

Itu luar biasa!

Sayang, banyak orang tua atau pendidik yang kurang memahami hal ini.

Sebagian menganggap menemani anak bermain adalah pekerjaan yang sia-sia, tidak menghasilkan uang, dan buang-buang waktu.

Padahal, menemani dan membersamai anak justru menghemat dan menghargai waktu.

Sebab, anak yang kurang asupan kebersamaan di masa kecilnya, akan menguras waktu orang tua ketika remaja dan dewasanya.

Iya, karena di usia remaja, anak akan banyak tingkah, kakean polah, dan membuat pusing. Bahkan, banyak yang demikian sampai ia dewasa dan berumahtangga.

Maka, harus selalu ada waktu untuk anak! Kalaupun secara kuantitas tidak bisa, seharusnya waktu yang terbatas dapat dimaksimalkan kualitasnya!

Andaikan Anda sibuk dengan berbagai urusan, usahakan kesempatan yang sebentar bersama anak, menjadi benar-benar istimewa dan spesial. Buang lelah dan abaikan capek!

Supaya anak Anda yakin, bahwa Anda benar-benar sayang padanya. Walaupun Anda jauh dan sering berpisah, Anda selalu ada di hati dan doanya.

Cengkareng, 15 Juni 2024

http://t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (167) Di sini, di Mekkah, 400 km lebih dari arah utara sana, di kota Madinah, saya hanya bisa berdoa...
  • (286) Rangkaian ibadah haji atau umroh memang panjang. Masing-masing memberikan kesan dan pelajaran. Apa yang didapat, tergantung niat. Thawaf...
  • Pecinta ilmu bahasa Arab harus tahu karya besar dari Jamaluddin ; Muhammad bin Malik. Judulnya Alfiyah. Sering disebut Alfiyah...
  • (190) Fatamorgana artinya khayalan belaka. Sekadar angan-angan tanpa kenyataan. Dari jauh nampak seperti sumber mata air, setelah didekati rupanya...
  • Keterangan Ibnu Abbas di atas disebutkan Al Bukhari di dalam As Shahih (4/127). Nah, ayat ini merupakan dasar hukum...
  • (308) Gara-gara mimpi semua bermula. Mantan hadir di sana. Begini dan begitu. Katanya, tidak pernah memikirkan, tapi muncul dalam...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca