Teman Berbicara Yang Mau Mendengarkan

3 menit baca
Teman Berbicara Yang Mau Mendengarkan
Teman Berbicara Yang Mau Mendengarkan

(298)

Macam-macam cara dilakukan untuk berbakti. Beberapa suku atau daerah secara turun temurun memiliki budaya khusus untuk mengungkapkan cinta kepada orang tua.

Ada yang diberikan berupa harta. Ada yang indikatornya gelar akademik. Ada yang berbentuk status sebagai pegawai. Ada juga yang dibuktikan dengan melanjutkan profesi orang tua nya.

Karena semacam adat istiadat setempat, orang tua pun barulah menganggap anaknya berbakti jika sudah sesuai lazimnya kebanyakan orang.

Orang tua akan bahagia jika diajak traveling, diajak kulineran, diajak menginap di hotel, diajak shopping di mall, atau diajak jalan-jalan ke luar negeri.

Namun, setiap orang tua pada waktunya akan menyadari bahwa sebaik-baik cara berbakti adalah ketika anaknya bisa menjadi teman bicara yang mau mendengarkan.

Semua yang diberikan anak akhirnya hilang rasa manisnya ketika anak tak bisa diajak bicara, jarang berkomunikasi, kasar berkata, bernada tinggi, apalagi jika telah membentak.

Di dalam Al Qur’an, anak diperintah berbuat baik kepada orang tua. Lebih-lebih ketika usia mereka semakin menua. Menurut Al Qur’an, apa bentuk berbuat baik itu?

Allah berfirman;

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia ” QS Al Isra;23

3 poin yang disebutkan dalam ayat ini terkait cara berbuat baik kepada orang tua. Dan tiga-tiganya tentang cara berkomunikasi.

Pertama: فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ

Jangan ucapkan, “Uff”!. Atau ah, ih, uh, atau suara dan bunyi yang ditimbulkan mulut, yang menandakan tidak suka, tidak mau, atau tidak setuju.

As Sa’dii menegaskan, ” Jangan sakiti orang tua mu walaupun dengan sesuatu yang dianggap sepele “

Kedua: وَلَا تَنْهَرْهُمَا

Jangan membentak! Jangan berbicara dengan nada tinggi! Bahkan, jangan sampai suara lebih tinggi dibandingkan suara orang tua mu.

Ketiga : وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

As Sa’dii menjelaskan, ” (berbicaralah kepada orang tua) dengan memilih kata yang disukai mereka “.

Berbicaralah secara sopan, lemah lembut, dengan kata-kata yang baik dan positif. Sehingga hati orang tua senang dan jiwanya bahagia.

As Sa’dii menambahkan, ” Prakteknya menyesuaikan kondisi, kebiasaan, dan waktu, yang tentu berbeda-beda “

Al Bukhari ( Al Adabul Mufrad no.6) meriwayatkan ucapan sahabat Ibnu Umar kepada seseorang yang meminta nasihat karena telah terjatuh dalam dosa.

Setelah menjawab, Ibnu Umar bertanya, apakah orang tua nya masih hidup. ” Tersisa ibu ku”, katanya.

Ibnu Umar menyatakan:

فوالله، لو ألنت لها الكلام، وأطعمتها الطعام، لتَدخُلَنَّ الجنة ما اجتنبت الكبائر.

Demi Allah, andaikan engkau berbicara kepada ibumu dengan lemah lembut dan engkau memberi makan ibumu, sungguh engkau akan masuk surga. Sepanjang engkau menjauhi dosa-dosa besar ” .

Merawat orang tua yang telah lanjut usia memang berat. Sering tergoda bosan dan jenuh. Anak mudah tersinggung dan merasa selalu disalahkan.

Iya, orang tua semakin tua semakin berubah. Pelupa, membanding-bandingkan, menyalahkan, cepat marah, tubuhnya melemah, pendengaran menurun, dan seterusnya.

Oleh sebab itu, anak yang bersabar ekstra dengan tetap lemah lembut berbicara dan tetap menanggung biaya hidupnya, maka surga adalah balasannya.

Setiap anak pun akan menjadi orang tua. Pada saatnya ketika bertambah usia dan semakin menua, ia akan merasakan apa yang telah dirasakan orang tua nya dahulu.

Semoga Allah menjaga kita di usia tua nanti dari hal-hal yang buruk.

Senin 18 November 2024

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Bertaubat artinya bertekad untuk berbenah diri. Bukan hanya ingin, namun mesti bertekad kuat. Kenapa harus ada tekad? Kenapa mesti...
  • (251) Ada kalimat yang disabdakan Nabi Muhammad ﷺ begitu berkesan. Beliau sabdakan dalam perjalanan dari kota Madinah menuju Badar....
  • (270) 24 tahun yang lalu saat kerusuhan, dari kota Ambon menuju desa Gemba di pulau Seram harus menggunakan transportasi...
  • Belajar ilmu hadits, kita akan disuguhkan satu pembahasan menarik dan unik. Sampai sedemikian teliti dan cermat, para ulama mendalami...
  • Rupa, Meraba dalam jengkal Menyentuh untuk lipatan Semakin kentara Lekuk, garis, dan sudutnya Mana tahu aku tentang rupanya Kelak...
  • “Sadarilah! Sungguh, waktu yang terlewat di dunia ini tidak ada lagi yang tersisa, melainkan seperti waktu yang tersisa hari...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca