![]() |
| Rezeki Terjamin! |
(338)
Kata-kata Ibnul Qayyim (Al Fawaid, hal.57) berikut sangat bermakna,
فَمَا دَامَ الْأَجَلُ بَاقِيًا كَانَ الرزق آتِيَا
“Sepanjang hidup masih berlangsung, sepanjang itu lah rezeki bersambung”.
Selanjutnya Beliau mempertegas, “Dengan hikmah dari Allah, jika Dia menutup satu pintu dari sekian banyak pintu rezeki, pasti Allah dengan rahmat- Nya membukakan pintu rezeki lain yang jauh lebih bermanfaat “.
Kemudian Ibnul Qayyim menerangkan fase manusia dari sejak janin hingga di surga, tentang pintu-pintu rezekinya.
Alhamdulillah was syukru lillahi wahdah. Kegiatan belajar mengajar di Pusdiklatmu Lendah berbasis bebas biaya alias gratis. Bukan karena ada donatur yang memback-up secara keseluruhan. Bukan karena kemampuan dalam tata kelola keuangan. Bukan pula karena pandai berefisiensi anggaran. Semata-mata karunia dari Allah Ta’ala.
Dengan jumlah siswa rata-rata 70 per tahun, keyakinan bahwa tiap-tiap orang telah ditentukan dan dipastikan rezekinya, sangatlah menyejukkan. Kenapa mesti mengkhawatirkan suatu hal yang telah ditetapkan Allah semenjak belum terlahir di dunia?
Sabda Rasulullah ﷺ di dalam hadis Ibnu Mas’ud (Bukhari 3208 Muslim 2643) merupakan pegangan kuat-kuat, bahwa setelah fase janin menjadi segumpal daging;
ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٍّ أَوْ سَعِيدٍ
“Kemudian diutuslah malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan untuk menulis 4 perkara; tentang rezekinya, amalannya, ajalnya, dan apakah termasuk orang sengsara atau bahagia “
Melalui pesan singkat ini, izinkan kami untuk mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas support luar biasa yang telah diberikan. Tidak ada kalimat yang dapat kami ucapkan, selain : Jazaakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum, wahai hamba Allah yang dermawan. Semoga Allah Ta’ala membalas dengan kebaikan dan keberkahan berlimpah.
Ada seorang yang baik. Saya tidak mengenal Beliau secara langsung. Beliau nya pun tidak pernah memperkenalkan diri. Beliau hampir setiap hari Jum’at mengirim bukti transferan ke rekening Lembaga Pendidikan di sini. Sudah berjalan lebih dari setengah tahun.
Subhaanallah! Nilainya bagi banyak orang mungkin tidak seberapa, namun bagi kami sangat bermakna. Pernah 50 ribu, kadang 25 ribu, dan yang paling sering 20 ribu.
Pernah saya membalas chat Beliau dengan doa, “Masya Allah. Njih, Mas. Mudah-mudahan Njenengan selalu diliputi kedamaian”. Terakhir transfer, balasan saya adalah, “Nun injih, Mas. Semoga Njenengan selalu diberi perlindungan oleh Allah Ta’ala”.
Iya, hanya doa dan kata-kata. Tidak ada yang lebih dari itu yang bisa kami lakukan. Semoga kelak di padang Mahsyar, Panjenengan sekeluarga beroleh naungan yang meneduhkan. Sebagaimana Panjenengan gemar berbagi, mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan ganti yang jauh lebih baik, dan memperluas rezeki yang berkah. Baarakallahu fiikum
Lendah, 18 Muharram 1447 H/14 Juli 2025
Abu Nasim Mukhtar bin Rifai
