![]() |
| Kisah Berakhir Indah, Mungkinkah? |
(382)
Kisah Berakhir Indah, Mungkinkah?
Satu orang dengan kisahnya. Masing-masing menjalani stori. Tiap-tiap berbeda cerita. Namun, apakah mungkin berakhir indah? Sangat mungkin. Buktinya kisah Nabi Yusuf di negeri Mesir.
Ijmak dinukil bahwa surat Yusuf adalah Makkiyah seluruhnya (turun di Mekkah sebelum hijrah).
Bayangkan bahwa masa-masa itu adalah masa-masa berat bagi kaum muslimin. Lebih-lebih setelah wafatnya Ibunda Khadijah dan Abu Thalib.
Ketika kaum para sahabat menghadapi hari-hari berat itu, turunlah surat Yusuf yang menyejukkan, bahwa; akhir kisah ini akan indah.
Allah Ta’ala berfirman:
“Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling indah dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.” (QS. Yusuf: 3)
Kenapa kisah Yusuf adalah kisah terindah? Al Qurthubi menukil beberapa tafsiran, antara lain, ” Karena, semua yang disebutkan di dalam kisah Beliau berakhir bahagia “
Dibuang lalu Yusuf menerima secara lapang.
Dibenci tapi Yusuf membalas dengan baik hati.
Mereka iri, namun kemudian Yusuf banyak memberi.
Dipenjara, di belakang hari mampu memenjara.
Difitnah keji, justru yang memfitnah menggantinya puja-puji.
Di dalam sumur sempit, lalu penjara kecil, sesudahnya menjadi pejabat dengan kuasa sampai daerah terpencil.
Dari tidak punya apa-apa, hingga mengatur harta benda.
Dari budak, di belakang hari terpilih sebagai orang dekat raja yang bijak.
Kemarau bertahun-tahun dan paceklik panjang, dihadapi dengan rencana matang, dan berkesudahan sukses yang gemilang.
Orang-orang yang tidak suka, akhirnya mendukung dan membela.
Di akhir-akhir surat Yusuf Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Rabb ku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Rabb ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. Yusuf : 100)
Maka, ada 3 langkah agar kisah berakhir indah;
Pertama : Tauhid. Selalu menjaga ibadah hanya untuk Allah, bukan kepada yang lain. Semakin berat, kepada Allah semakin mendekat. Bertambah sulit, bertambah banyak istighfar.
Kedua : Bersabar. Tidak ada langkah sebaik bersabar. Apapun, kapanpun, di manapun, dalam kondisi apapun, prinsipnya; fa shabrun jamiil. Sabar yang indah!
Ketiga : Berakhlak Baik. Dengan memaafkan, berpikir positif, membalas keburukan dengan kebaikan, menjauhi dendam, dan semangat berbagi kebaikan untuk orang lain.
Satu lagi; dari Yusuf terpisah hingga berkumpul kembali bersama keluarganya, berpuluh-puluh tahun lamanya.
Sulitmu, masalahmu, dan problematikamu, masih belum seberapa! Dari sudut pandang manapun, tidak ada yang lebih berat ujian hidupnya dibandingkan para Nabi.
Jika hendak indah akhir kisahmu, teladanilah para Nabi!
Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yusuf: 111)
Tentang kisah para Nabi, As Sa’di menegaskan, ” Orang baik dan pelaku kejahatan harus mengambil pelajaran. Siapa yang berbuat seperti yang mereka perbuat, niscaya memperoleh apa yang mereka peroleh, kemuliaan atau kehinaan”
anakmudadansalaf.id
