![]() |
| Edisi 08: Pentingnya Menghormati Guru Menurut Adz Dzahabi |
Adz Dzahabi mengingatkan penting dan seharusnya kita menaruh hormat kepada seorang guru.
Tanpa melihat seberapa lama kita belajar. Pun seberapa banyak kita merasa memperoleh ilmu darinya.
Meskipun sesaat. Walau satu dua patah kalimat. Guru tetaplah guru. Apalagi guru yang mengajarkan dan mengarahkan, bagaimana semestinya menjalani kehidupan di dunia ini. Dan bagaimana meraih kenikmatan hakiki di akhirat nanti.
Sebuah kitab ditulis dan disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah dari alif sampai ya’. Daftar Guru yang Adz Dzahabi pernah belajar kepada mereka.
Kitab itu diberi judul Mu’jamus Syu-yukhul Kabiir. Berisi 3.000-an biografi guru-guru beliau.
Selain itu, kitab tersebut mewariskan banyak motivasi dan semangat thalabul ilmi. Semangat ngaji. Tidak kenal habis. Tanpa istilah finish.
Di antara guru yang disebutkan Adz Dzahabi (2/216) adalah :
Muhammad bin Abdurrahim bin Muhammad.
Al Allamah Al Ushuli
As Syaikh Shafiyyuddin Al Hindi As Syafi’i.
Lahir 644 H.
Beliau berangkat thalabul ilmi sampai di wilayah Romawi. Sampai ke Mekkah beliau berhaji.
Sangat menjaga ibadah terutama shalat. Akidahnya baik.
Wafat di bulan Shafar tahun 715 H dengan usia 70 tahun beberapa bulan.
Sampai menjelang wafat, beliau masih semangat mengajarkan hadits-hadits Nabi.
Adz Dzahabi, “Saya membaca dua hadits di hadapan beliau yang saat itu napasnya sudah kembang kempis. Setelah selesai, beliau meninggal dunia saat itu juga”.
Semoga Allah mengampuni beliau dan kita semua.
Demikianlah semangat! Itulah istiqomah. Sebuah karomah besar ketika tetap semangat cinta hadits Nabi walau di detik-detik terakhir hidup.
Bagaimana dengan kita?
Ya Allah karuniakanlah khusnul khatimah untuk kami.
Ya Allah lindungi kami dari akhir kehidupan yang jelek.
08/10/20
