![]() |
| Apa pesan panglima Khalid kepada Dhirar? |
يَا ضِرَارُ الرَّاحَةُ فِي الْجَنَّةِ غَدًا
“Dhirar, istirahat itu di surga kelak! “
Dalam Thabaqatul Hanabilah (1/293) Abul Husain Muhammad bin Muhammad (wafat 526 H) meriwayatkan tentang seorang tamu dari negeri Khurasan yang berkunjung menemui Imam Ahmad bin Hanbal.
“Sengaja aku datang dari Khurasan untuk bertanya kepada Anda; kapankah seorang hamba bisa merasakan nikmatnya istirahat?”, katanya.
Imam Ahmad menjawab:
عِنْدَ أَوَّلِ قَدَمٍ يَضَعُهَا فِي الْجَنَّةِ
“Ketika pertama kali ia menapakkan kaki di surga”
Marilah, kawan. Mari kita kurangi beban pikiran. Kita sedikitkan penat. Dengan mengingat bahwa hakikat istirahat itu di surga. Jangan berpikir bahwa di dunia ini kita bisa benar-benar istirahat. Kalau pun dikatakan istirahat, bukankah hanya sesaat? Dengan tidur, dengan bertamasya, dengan menjalani hobi atau dengan apapun cara yang dipilih.
Apalagi mengambil jalan sesat untuk mencari istirahat. Dengan minuman keras, dengan narkoba, dengan pergaulan bebas, atau cara-cara salah lainnya. Yakin saja bahwa mereka mustahil menemukan nikmatnya istirahat. Sebab, istirahat itu di surga.
Musholla al Ilmu Pusdiklatmu
25 Mei 2021
