Pentingnya Disiplin, Amanah, dan Kepercayaan dalam Kehidupan

2 menit baca
Pentingnya Disiplin, Amanah, dan Kepercayaan dalam Kehidupan
Pentingnya Disiplin, Amanah, dan Kepercayaan dalam Kehidupan

* * *

Saya sampaikan kepada santri yang membonceng di belakang.

“ Tidak usah terlalu berat berpikir tentang kerja”. Saya lanjutkan, “ Yang terpenting adalah kamu disiplin, amanah, jujur, dan tepat waktu”.

“ Apapun yang kamu jalankan, insya Allah berhasil. Selagi kamu bisa menjaga kepercayaan orang, harus optimis. Sebab, sekali pelanggan itu disalahi, dikhianati, mana mau ia kembali”, saya tambahkan.

“ Dari yang seorang tidak percaya itu, akan tersebar berita bahwa kamu tidak bisa dipercaya. Runtuh dan hilangnya kepercayaan adalah alamat runtuhnya dirimu”, saya tegaskan.

Memang realitanya demikian, bukan?

Modal utama dalam menjalin dan menjalankan kegiatan adalah kepercayaan. Jika sekali dikhianati, sekali disalahi, dan sekali saja dibohongi, pelanggan atau pembeli akan lari.

Walaupun engkau minta maaf, ia tidak ambil peduli. Percuma juga engkau bicara kesana kemari menuduh pelanggan atau pembeli itu tidak berlapang dada dan tidak mau memaafkan sebenar-benarnya. Percuma!

Bisa jadi ia memaafkan, namun untuk kembali lagi mempercayaimu, itu sulit. Apa hakmu untuk memaksanya? Sebab, ia berprinsip :

لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Orang beriman itu jangan sampai disengat hewan berbisa dua kali dalam lubang yang sama”

“ Sudahlah, Zuhair”, saya sebut namanya. “ Kamu baik-baik saja belajar di sini. Tidak usah kamu pikir bekerja. Kami sudah memikirkannya untuk kalian. Yang penting kamu bentuk dirimu untuk disiplin, tepat waktu, dan amanah. Ingat! Amanah. Sebab, sekali kepercayaan itu hilang, sangat susah untuk mengembalikannya”, tutup saya sambil menambah kecepatan motor.

Lendah 03 Desember 2021

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Pagi tadi selepas matahari merangkak naik, ketika bersama beberapa teman membaca Syarah al Baiquniyyah karya as Syaikh al Bukhari...
  • (162) Ibnul Qayyim bertutur ( Al Wabilus Shayyib ): ” Allah Ta’ala tidak memberi kesempatan musuh- Nya untuk mengganggu...
  • (53) 8 Muharram 465 H , Ibnu Aqil mengumumkan taubat. Usia beliau waktu itu masih muda, 34 tahun. Masjid...
  • Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menjelaskan bahwa, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Andaikan kalian tetap mempertahankan...
  • (250) Orang-orang Besar di Badar Dari sekian banyak peperangan dalam Islam, hanya perang Badar saja yang para sahabat yang...
  • (78) Berteman itu, Jangan begitu! Mendengar nama Umar bin Abdul Aziz, tentu terbayang figur khalifah yang adil, bijaksana, dan...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca