![]() |
| Pentingnya Disiplin, Amanah, dan Kepercayaan dalam Kehidupan |
* * *
Saya sampaikan kepada santri yang membonceng di belakang.
“ Tidak usah terlalu berat berpikir tentang kerja”. Saya lanjutkan, “ Yang terpenting adalah kamu disiplin, amanah, jujur, dan tepat waktu”.
“ Apapun yang kamu jalankan, insya Allah berhasil. Selagi kamu bisa menjaga kepercayaan orang, harus optimis. Sebab, sekali pelanggan itu disalahi, dikhianati, mana mau ia kembali”, saya tambahkan.
“ Dari yang seorang tidak percaya itu, akan tersebar berita bahwa kamu tidak bisa dipercaya. Runtuh dan hilangnya kepercayaan adalah alamat runtuhnya dirimu”, saya tegaskan.
Memang realitanya demikian, bukan?
Modal utama dalam menjalin dan menjalankan kegiatan adalah kepercayaan. Jika sekali dikhianati, sekali disalahi, dan sekali saja dibohongi, pelanggan atau pembeli akan lari.
Walaupun engkau minta maaf, ia tidak ambil peduli. Percuma juga engkau bicara kesana kemari menuduh pelanggan atau pembeli itu tidak berlapang dada dan tidak mau memaafkan sebenar-benarnya. Percuma!
Bisa jadi ia memaafkan, namun untuk kembali lagi mempercayaimu, itu sulit. Apa hakmu untuk memaksanya? Sebab, ia berprinsip :
لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Orang beriman itu jangan sampai disengat hewan berbisa dua kali dalam lubang yang sama”
“ Sudahlah, Zuhair”, saya sebut namanya. “ Kamu baik-baik saja belajar di sini. Tidak usah kamu pikir bekerja. Kami sudah memikirkannya untuk kalian. Yang penting kamu bentuk dirimu untuk disiplin, tepat waktu, dan amanah. Ingat! Amanah. Sebab, sekali kepercayaan itu hilang, sangat susah untuk mengembalikannya”, tutup saya sambil menambah kecepatan motor.
Lendah 03 Desember 2021
