![]() |
| Arahan dan Bimbingan Nabi Muhammad dalam Mengatur Waktu |
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menjelaskan bahwa, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Andaikan kalian tetap mempertahankan seperti saat berada di dekatku, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di jalan dan di atas ranjang kalian”
Di akhir arahan, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda”
وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً
“Hanzholah, ada waktunya masing-masing! Hanzholah, ada waktunya masing-masing! Hanzholah, ada waktunya masing-masing”
Syaikh al Utsaimin (Syarah Riyadhus Salihin 2/235) menjelaskan, maksudnya adalah ” Ada waktunya fokus beribadah untuk Allah, ada waktunya untuk kepentingan istri dan anak-anak, ada waktunya mengistirahatkan diri, dan ada waktunya menunaikan hak-hak orang lain”
Demikianlah ujud keadilan dan kesempurnaan syariat Islam, kata beliau.
Maka, tugas kita adalah menakar dan mengukur waktu. Tentukanlah kepentingan-kepentingan yang harus diselesaikan. Buatlah skala prioritas. Perkirakan kebutuhan waktunya. Biasakanlah disiplin. Jangan menunda-nunda pekerjaan karena akan terus menumpuk. Lebih cepat kerja, lebih cepat istirahat.
Jangan biarkan jenuh datang menerjang. Namun, mampulah membaca tanda-tanda datangnya jenuh. Sehingga, sebelum mood itu jatuh, sudah dipersiapkan matras solusi.
Pendopo Lama, Lendah, 13 Oktober 2021
Menjelang Zuhur.
Materi Streaming Radio Islam Palu 08/10/21
