He, Santri! He, Thalibul Ilmi!

2 menit baca
He, Santri! He, Thalibul Ilmi!
He, Santri! He, Thalibul Ilmi!

Rindumu itu kekang sudah! Kangenmu simpan saja! Engkau yang sedang thalabul ilmi di pesantren, bertahanlah dengan warna-warni dan pernak-pernik kehidupan. Jangan menyerah! Pantang mundur walau selangkah! Bukankah engkau sudah bertekad ; “Sudah ini jalan hidup yang aku pilih. Berdakwah di jalan Allah”

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ

Engkau yang menjadi istri seorang pegiat dakwah… Setiap kali setiap waktu engkau ditinggal pergi. Relakan suamimu berangkat berjuang. Iringi langkahnya dengan doa-doa kebaikan. Selalulah berbaik sangka kepadanya yang melawan payah. Kuatkan hati suamimu. Engkau harus tegar, wahai istri.

Dukunglah suamimu yang berjuang dalam lelah. Iya, engkau sering ditinggal pergi, namun ; Bukankah engkau sudah bertekad ; “Sudah ini jalan hidup yang aku pilih. Berdakwah di jalan Allah”

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ

Dari wajahmu, dari suaramu, dari kata-katamu, aku membaca ada letih dan penat. Rasanya tak tega melihatmu yang beranjak dari satu kajian ke kajian berikutnya. Engkau tak ingin orang lain mengetahui bahwa ada juga seharusnya waktu rehat dan istirahat.

Engkau, wahai Ustadz… Pasti sering terganggu waktu istirahatmu. Sering berperang batin ketika meninggalkan keluargamu. Terkadang sesaat rehatmu pun “diambil” orang. Ah, tak mengapa, Ustadz… Bukankah engkau sudah bertekad ; “Sudah ini jalan hidup yang aku pilih. Berdakwah di jalan Allah”

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ

Kepadamu anak, ” Maafkan orangtuamu ini. Orangtua yang tak maksimal berbagi waktu untukmu. Orangtua yang tak kuasa melapangkan acara buatmu”.

” Bila di dunia ini, jarang kita berkumpul bersama, marilah sama-sama bersabar supaya esok lusa dikumpulkan di surga. Sama-sama sebagai pejuang dakwah”

Bukankah kita sudah bertekad ; “Sudah ini jalan hidup yang aku pilih. Berdakwah di jalan Allah”

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ

Ma’had Riyadhul Jannah Ciulengsi, 12 Jumadil Akhir 1443 H/14 Januari 2022

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca