Menjadi Suluh Tanpa Mengeluh

3 menit baca
Menjadi Suluh Tanpa Mengeluh
Menjadi Suluh Tanpa Mengeluh

(330)

Ada masa ketika futur merata. Futur adalah kejenuhan untuk berbuat baik. Lemas dan tidak bertenaga. Kehilangan motivasi. Malas beribadah. Bingung ingin berbuat apa.

Futur adalah kegelapan. Futur jangan dibiarkan. Sebab, kegelapan di dunia membawa pada kegelapan di akhirat.

Ketika futur datang, jangan hanya menunggu siapa yang bakal menyemangati! Jangan rela menjadi bagian dari sisi kegelapan. Jadilah penerang walau setitik bagai suluh.

Zaman dahulu, suluh seringkali dibuat dari daun kelapa kering. Dibakar. Menjadi obor.

Berbuat baik bukan dengan saling menunggu siapa yang memulai. Berbuat baik itu dengan berlomba-lomba siapa yang paling di depan. Lillahi Ta’ala, tentunya.

Contohlah sahabat Nabi ﷺ yang bersedekah pertama lalu diikuti sahabat-sahabat lainnya. Sampai-sampai wajah Nabi Muhammad ﷺ berseri-seri karena bahagianya.

Contohlah sahabat Nabi ﷺ yang sendirian maju ke depan ke barisan musuh lalu gugur.

Contohlah Ibnu Abbas yang sekalipun teman sebayanya menolak, Ibnu Abbas tetap thalabul ilmi kepada sahabat-sahabat Nabi yang tua.

Jadilah cahaya walau setitik! Sebab, setitik cahaya sekalipun akan menerangi di pekatnya kegelapan.

Berikan pengaruh positif di sekitarmu, berusahalah menginspirasi yang lain, dan jangan pesimis untuk menghadirkan harapan.

Kata-kata yang baik adalah cahaya. Sikap yang baik pun cahaya. Bahkan, satu senyuman saja akan menjadi cahaya. Jangan remehkan!

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun itu! Walau dengan wajah berseri-seri saat engkau berjumpa saudaramu

HR Muslim 2626

Jadilah inspirasi kebaikan! Berikan dukungan kepada mereka yang kesusahan. Semangati mereka yang sedang kesulitan. Sampaikan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Bi idznillah

Sekalipun tidak ada bantuan yang bisa diberikan, minimalnya dengarkan ceritanya dengan empati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ

Barangsiapa mampu memberi manfaat untuk saudaranya, maka lakukanlah

HR Muslim 2199

Jadilah suluh tanpa mengeluh! Di saat orang lain tidak ikut andil, jangan mengeluh. Ketika yang berta’awun hanya sedikit orang, jangan mengeluh. Sewaktu kerjabakti tidak banyak yang hadir, jangan mengeluh. Ketika peserta taklim sepi, jangan mengeluh.

Di saat engkau merasa sendiri dalam kepanitiaan, jangan mengeluh. Ketika seolah-olah beban Pondok ditumpuk di bahumu, jangan mengeluh. Sewaktu engkau mengajak-ajak namun tidak direspon, jangan mengeluh.

Tetaplah menjadi suluh tanpa mengeluh!

Ikuti dan contohlah Nabi Muhammad ﷺ yang difirmankan Allah sebagai:

وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi

Apabila futur datang, baca dan bacalah berulang-ulang perjuangan Nabi Muhammad ﷺ di awal-awal Islam. Beliau yang sendiri. Beliau yang sembunyi-sembunyi. Beliau yang tak kenal lelah. Beliau yang tak sekalipun mengeluh. Beliau yang menjadi cahaya penerang dalam kegelapan.

Ibnul Qayyim (Ijtima’ Juyusy 2/35) berkata, “Allah Ta’ala menamakan kitab Nya dengan cahaya, Rasul Nya cahaya, agama Nya cahaya, hidayah Nya cahaya. Di antara nama-nama Nya adalah Cahaya, salat pun cahaya”

Jadilah cahaya walau setitik bagai suluh di kegelapan!

Senin, 21 April 2025

https://t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca