![]() |
| Minimalnya 3 Hal dalam Menyambut Peserta Kajian |
1. Petugas yang menyambut. Setelah datang karena diundang, bukankah mestinya peserta Kajian disambut dengan hangat?
Ada petugas yang mengucapkan selamat datang, menanyakan kabar, mendoakan kebaikan karena telah menempuh perjalanan, memberikan informasi terkait letak dan fasilitas kajian, mendampingi sampai di lokasi, dan seterusnya.
Intinya; jangan dibuat peserta seperti orang asing, merasa didiamkan, atau mengalami kebingungan.
Nabi Muhammad ﷺ jika menyambut tamu, mengucapkan :
مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ أَوْ بِالْوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا نَدَامَى
“Selamat datang kaum atau para utusan yang datang dengan kelapangan hati dan tanpa terbebani” (HR Bukhari no.85)
Selalu saja Nabi Muhammad ﷺ melayani langsung para tamu yang datang. Dengan demikian, tamu merasa nyaman. Selanjutnya ia akan tertarik untuk datang kembali.
2. Kebersihan. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Lokasi kajian yang bersih, kamar mandi yang wangi, serta area yang rapi, membuat betah para peserta.
Apalagi disiapkan fasilitas kebersihan, seperti ; tempat sampah, plastik atau kantong sampah, pembersih tangan, tisu dan sabun, tentu akan lebih membikin nyaman.
Hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ mengenai perintah bebersih sangatlah banyak.
Mulai dari kebersihan badan, kebersihan masjid, kebersihan rumah, hingga kebersihan lingkungan.
3. Fasilitas air minum. Lapar relatif bisa ditahan-tahan, berbeda dengan haus. Manusia bisa hidup tanpa makanan selama berhari-hari, tetapi tanpa minuman, ia bisa mati.
Para peserta Kajian sebagai tamu perlu diperhatikan kebutuhan air minumnya.
Cukuplah penjelasan Al Qurthubi dalam tafsirnya (7/215)!
Beliau mengatakan, ” Barangsiapa banyak dosa, hendaknya ia memberi minuman. Sungguh, Allah mengampuni dosa orang yang memberi minum seekor anjing, apalagi jika ia memberi minum seorang mukmin!”
Jazaakumullahu khairan, Panitia Kajian di Tenggarong. Apa yang telah disiapkan dan dilakukan menjadi reminder, pengingat bagi kami. Semoga Allah Ta’ala membalasnya dengan kebaikan berlipat. Baarakallah fiikum
Tarakan, 19 Zulhijjah 1443 H/19 Juli 2022
