Minimalnya 3 Hal dalam Menyambut Peserta Kajian

2 menit baca
Minimalnya 3 Hal dalam Menyambut Peserta Kajian
Minimalnya 3 Hal dalam Menyambut Peserta Kajian

1. Petugas yang menyambut. Setelah datang karena diundang, bukankah mestinya peserta Kajian disambut dengan hangat?

Ada petugas yang mengucapkan selamat datang, menanyakan kabar, mendoakan kebaikan karena telah menempuh perjalanan, memberikan informasi terkait letak dan fasilitas kajian, mendampingi sampai di lokasi, dan seterusnya.

Intinya; jangan dibuat peserta seperti orang asing, merasa didiamkan, atau mengalami kebingungan.

Nabi Muhammad ﷺ jika menyambut tamu, mengucapkan :

مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ أَوْ بِالْوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا نَدَامَى

“Selamat datang kaum atau para utusan yang datang dengan kelapangan hati dan tanpa terbebani” (HR Bukhari no.85)

Selalu saja Nabi Muhammad ﷺ melayani langsung para tamu yang datang. Dengan demikian, tamu merasa nyaman. Selanjutnya ia akan tertarik untuk datang kembali.

2. Kebersihan. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Lokasi kajian yang bersih, kamar mandi yang wangi, serta area yang rapi, membuat betah para peserta.

Apalagi disiapkan fasilitas kebersihan, seperti ; tempat sampah, plastik atau kantong sampah, pembersih tangan, tisu dan sabun, tentu akan lebih membikin nyaman.

Hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ mengenai perintah bebersih sangatlah banyak.

Mulai dari kebersihan badan, kebersihan masjid, kebersihan rumah, hingga kebersihan lingkungan.

3. Fasilitas air minum. Lapar relatif bisa ditahan-tahan, berbeda dengan haus. Manusia bisa hidup tanpa makanan selama berhari-hari, tetapi tanpa minuman, ia bisa mati.

Para peserta Kajian sebagai tamu perlu diperhatikan kebutuhan air minumnya.

Cukuplah penjelasan Al Qurthubi dalam tafsirnya (7/215)!

Beliau mengatakan, ” Barangsiapa banyak dosa, hendaknya ia memberi minuman. Sungguh, Allah mengampuni dosa orang yang memberi minum seekor anjing, apalagi jika ia memberi minum seorang mukmin!”

Jazaakumullahu khairan, Panitia Kajian di Tenggarong. Apa yang telah disiapkan dan dilakukan menjadi reminder, pengingat bagi kami. Semoga Allah Ta’ala membalasnya dengan kebaikan berlipat. Baarakallah fiikum

Tarakan, 19 Zulhijjah 1443 H/19 Juli 2022

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (370) Ini bukan untuk menuduh, atau menghakimi isi hati. Ini bukan menjudge, apalagi menjatuhkan vonis. Ini pun bukan tentang...
  • (286) Rangkaian ibadah haji atau umroh memang panjang. Masing-masing memberikan kesan dan pelajaran. Apa yang didapat, tergantung niat. Thawaf...
  • Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad mengulas tentang Oud (kayu gaharu). Ada beberapa jenis gaharu disebutkan. Asal daerah nya, warna...
  • (40) Dek, pasti engkau banyak memikul beban hidup. Galau oleh setumpuk persoalan. Ada masalah yang tertimbun. Fokusmu berserakan. Tentang...
  • Dalam kalimat pembuka, panitia yang memberikan pujian malah membuat Syaikh Ubaid menangis. Menurut beliau, ilmu yang dimiliki sangatlah sedikit....
  • (38) Pencerahan dari Ibnul Qayyim (Bada’iul Fawaid 2/771) sangat berkesan. Menancap kuat untuk direnungkan. “Jika seseorang diganggu dan disakiti,...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca