Ada satu rekaman ceramah beliau yang menghentak hati

2 menit baca
Ada satu rekaman ceramah beliau yang menghentak hati
Ada satu rekaman ceramah beliau yang menghentak hati

Dalam kalimat pembuka, panitia yang memberikan pujian malah membuat Syaikh Ubaid menangis. Menurut beliau, ilmu yang dimiliki sangatlah sedikit.

Sambil menangis, beliau memikirkan kelak di hari kiamat, jawaban apa yang akan diberikan kepada Allah jika ditanya :

” He, Ubaid! Apa yang sudah kamu perbuat untuk Ahlussunnah? “

Ah, bukankah ini teguran untuk kita?

Apa yang sudah engkau berikan untuk Islam?

Karya tulis, tidak. Wakaf tanah, tidak. Membangun masjid, tidak. Membantu pesantren, tidak. Menyumbang kitab ulama, tidak. Belajar dengan semangat, tidak. Hafal Al Qur’an, tidak. Mengajarkan bahasa Arab, tidak. Apa lagi?

Justru, masa mudamu terbuang sia-sia. Malam begadang. Siang keluyuran. Pagi dihabiskan untuk tidur. Main game hampir tak berhenti. Bernyanyi dan musik tidak lepas. Bermain-main itu tentu. Pikiranmu pada perempuan yang bukan mahram mu. Orang tuamu tersakiti. Hafalan Al Qur’an mu mana?

Syaikh Ubaid takut akan pertanyaan Allah, ” He, Ubaid! Apa yang sudah kamu perbuat untuk Ahlussunnah? “

Padahal beliau buta. Entah bagaimana ceritanya dan sejak kapan beliau buta, hingga saat ini saya belum menemukan referensinya.

(Tambahan keterangan setelah beberapa jam artikel ini ditulis. Dikirim oleh seorang kawan : Ada rekaman ceramah Syaikh Arafat yang mengkisahkan bahwa beliau buta sejak usia 2 atau 3 tahun. Subhanallah! Hal itu bukanlah dinding penghalang untuk thalabul ilmi)

Namun, lihatlah karya-karya beliau! Kitab-kitab beliau! Ceramah-ceramah beliau! Sudah banyak orang tercerahkan dan memperoleh hidayah dengan sebab beliau!

Sudah banyak murid-murid Syaikh Ubaid yang menjadi ulama, menjadi dai, menjadi ustadz, dan menjadi orang-orang yang menginspirasi kebaikan.

Sudah terbukti! Namun, beliau masih saja takut tak bisa menjawab pertanyaan, ” He, Ubaid! Apa yang sudah kamu perbuat untuk Ahlussunnah?”.

Bukannya kita lebih takut lagi? Sudah tidak memberi apa-apa, malah menjadi sebab nama baik Ahlussunnah rusak. Menjadi noda di wajah dakwah. Membuat beban di perjalanan dakwah.

” He, diri! Apa yang sudah kamu perbuat untuk Islam? Apa yang sudah kamu perbuat untuk dakwah? Apa yang sudah engkau berikan untuk Ahlussunnah? “

Semoga Allah Ta’ala memberikan istiqamah untuk kita, sebagaimana Syaikh Ubaid mencontohkan hingga akhir hayat beliau yang tak lelah berdakwah. Rahimahullah

Mekkah, 22 November 2022

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (146) Selalu bersiap dan bersenanghati untuk autokritik. Itulah satu langkah positif yang seyogyanya ditempuh jika dihadapkan pada kenyataan adanya...
  • (36) Dek, semoga saat membaca tulisan ini adek tidak melupakan sosok ayah yang jasa kebaikannya tak mungkin diabaikan. Ayah...
  • Ber dakwah melalui tulisan sudah dikenalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Hal tersebut ditunjukkan dengan surat-surat yang dibuat dan dikirimkan...
  • Sirah Nabawiyah merupakan masterpiece di bidang sejarah. Ibnu Hisyam, sang penulis, adalah sejarawan terkemuka abad III Hijriyah. Buku ini...
  • Al Ma’rur bin Suwaid. Ulama generasi tabi’in yang berumur panjang. Salah satu gelar yang diberikan untuk beliau adalah al...
  • Syaikhul Islam tetap membaca kitab meskipun dokter yang merawatnya melarang. Justru beliau memandang bahwa membaca adalah bentuk terapi penyembuhan....

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca