![]() |
| Agar Tidak Tersentuh Api Neraka |
(282)
Al Mawardi, dinukil oleh Al Munawi ( Faidhul Qadiir 4/105 ), menyatakan, ” Rasulullah ﷺ menerangkan dengan hadis ini, bahwa akhlak yang baik akan menghantarkan masuk surga dan mencegahnya masuk neraka “
Hadis yang dimaksud adalah hadis berikut ini :
أَخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا تَمَسُّهُ النَّارُ
” Maukah kalian, aku beritahu tentang hamba yang tidak tersentuh api neraka ? “, Rasulullah ﷺ bertanya.
Setelah para sahabat menyatakan, ” Tentu kami mau “, Beliau ﷺ bersabda :
كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ
” Setiap orang yang : hayyin, layyin, qariib, dan sahl ” HR Tirmidzi 2488 dari sahabat Abdullah bin Mas’ud. Disahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah nomor 938.
Ada 4 kriteria sekaligus yang jika dimiliki seorang hamba, ia akan masuk surga dan tidak disentuh api neraka.
Walau sekilas mudah dan sederhana, praktiknya tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Sebab, ke- 4 kriteria tersebut haruslah menjadi sifat melekat. Tidak hanya sesekali, atau sehari dua hari.
Pertama: Hayyin.
Hayyin artinya tenang lahir batin, tenang ucapan dan sikap. Tidak gampang emosi, jauh dari sifat pemarah. Semua diputuskan dengan hati yang jernih dan pikiran yang bersih.
Hayyin mencerminkan sifat bijak yang tidak bisa diprovokasi, tidak bisa dikompor-kompori. Setiap langkah selalu dibangun di atas dasar pertimbangan dan alasan yang tepat.
Kedua : Layyin.
Lemah lembut. Santun dalam berbicara. Sopan saat bersikap. Kata-kata yang diucapkan selalu level halus. Itulah orang yang layyin.
Kriteria layyin sangat bertentangan dengan sifat galak dan kasar. Layyin tidak akan memaksakan maunya sendiri. Ia tidak tersinggung saat ada yang tidak sependapat.
Qarrib adalah kriteria ketiga. Artinya luwes dalam bergaul, supel di hubungan sosial. Ia ramah saat berbicara, juga ketika diajak bercanda.
Kehadirannya diharapkan. Saat bersama, orang merasa dekat. Ketika jauh, dirindukan. Banyak orang mengaku punya kedekatan dengannya.
Berlawanan dengan qariib adalah sosok orang yang dibenci. Jauh darinya adalah kebahagiaan, dekat dengannya tidaklah nyaman. Sebisa mungkin orang menghindari bertemu dengannya.
Terakhir, atau yang keempat, adalah Sahl. Mudah dan simple, begitulah orangnya. Semua dibuat gampang, tidak dipersulit.
Jika ada masalah, tidak suka berbelit-belit. Kalau salah, tidak banyak cari alasan tapi langsung minta maaf.
Urusan dunia, uang atau usaha, juga dibuat simple. Tidak itung-itungan banget. Mudah saat membeli, mudah saat menjual.
Ke-empat kriteria di atas adalah sifat penghuni surga. Kebalikan dari sifat-sifat di atas merupakan ciri-ciri penduduk neraka.
Orang tua harus mengetahui hal ini! Anak-anak mesti dididik dari kecil dengan akhlak-akhlak mulia. Jika tidak, anak akan bersifat buruk. Takutnya dibawa sampai tua.
Empat akhlak mulia di atas harus benar-benar ditanamkan, supaya anak tidak punya sifat narsistik.
Jangan sampai anak tumbuh dengan; arogan, kasar, merasa hebat, selalu ingin mengatur, suka dipuji, melebih-lebihkan prestasi, dan suka menghina yang lain.
Jangan biarkan anak terbawa sifat egois, menganggap orang lain iri terhadap dirinya, keras kepala, dan angkuh.
Jika anak pintar bicara dan pandai beretorika, jangan cepat-cepat bangga! Arahkan ke yang positif, jangan ke yang negatif.
Takutnya, dengan kepintaran berbicaranya, ia malah mengadu domba antar teman, merekayasa aduan, mengelabui orang yang di atas, dan menjatuhkan kehormatan orang yang tidak mau sependapat dengannya.
Coach 11, 341 Aisle
02 Agustus 2024
