![]() |
| Selipur Lara Untuk Saudara-Saudara di Sumatera |
(357)
Sedihmu, sedih kami. Lukamu, luka bagi kami. Susahmu, ada di kami. Kita ibarat satu tubuh utuh. Ujung jari merasa, di tiap pori-pori ikut merasa.
Apapun musibahnya, untuk hamba akan diberi ganti berlipat-lipat lebih baik jika membaca doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ berikut :
” Sungguh, kita semua milik Allah. Sungguh, kita semua pasti kembali kepada- Nya. Ya Allah, limpahkanlah pahala untukku pada musibah yang aku alami. Berilah ganti yang jauh lebih baik untukku ”
(Doa ini terbilang obat paling mujarab, sangat bermanfaat. Cepat atau lambat)
Apapun musibahnya, hamba (mesti yakin bahwa apa yang telah ditetapkan Allah terjadi, tidak akan mungkin meleset. Ia harus yakin bahwa apa yang telah ditetapkan Allah tidak terjadi, tidak akan mungkin menimpanya. Allah berfirman :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan sombong terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS Al Hadid 22-23)
Apapun musibahnya, hamba (harus menengok ke kanan, bukankah ia tidak melihat kecuali cobaan? Silahkan melirik ke kiri, bukankah ia tidak menyaksikan kecuali kesedihan? Sungguh, andai ia memeriksa semua isi dunia, ia tidak akan menemukan kecuali setiap orang menghadapi cobaan masing-masing. Bisa jadi karena kehilangan yang dicintai atau mengalami hal yang dibenci).
Apapun musibahnya, hamba (harus sadar bahwa yang memberinya cobaan adalah Dzat yang Maha Bijaksana dan yang Maha Penyayang. Dia -subhaanah- tidak mengirimkan ujian untuk membinasakan hamba, bukan untuk menyiksanya, bukan pula untuk mempersulitnya. Namun, dengan ujian, Allah hendak menilai kesabarannya, ridha, dan imannya. Allah hendak mendengar keluhkesah dan rintihannya. Allah hendak melihatnya bersimpuh di depan pintu- Nya, memohon perlindungan, mencurahkan hancurnya hati di hadapan-Nya, dan bagaimana ia menceritakan kepedihannya).
Apapun musibahnya, hamba harus yakin bahwa (asalkan musibah itu tidak terkait agama, maka masih terbilang ringan, bahkan hakikatnya adalah nikmat. Musibah yang hakiki adalah musibah agama).
Maksudnya, Alhamdulillah bukan kehilangan Islam, bukan kehilangan Iman, bukan kehilangan ibadah, bukan kehilangan cinta Sunnah Nabi, bukan kehilangan cinta ilmu, dan bukan kehilangan nikmat-nikmat ibadah lainnya.
Untuk saudara-saudara di wilayah lain yang tidak terdampak musibah, marilah bantu membantu, dukung mendukung, untuk memberikan apa yang sebisanya diberikan guna meringankan beban saudara-saudara di Sumatera.
Resapilah sabda Rasulullah ﷺ ;
” Barangsiapa membantu seorang mukmin terbebas dari satu kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah membebaskannya dari satu kesulitan-kesulitan di hari kiamat”
” Allah selalu menolong hamba, sepanjang hamba mau menolong saudaranya ” HR Muslim 2699 dari Abu Hurairah
Ada uang, donasikan uang walau seribu dua ribu perak. Ada baju, kirimlah baju dan pakaian meski sehelai dua helai. Ada makanan dan minuman, jangan ragu berikanlah makanan dan minuman sekalipun sebungkus dua bungkus. Ada popok, ada pembalut, ada obat-obatan, ada buku-buku bacaan anak, ada selimut, ada sarung, ada kaos kaki, atau apapun itu. Jangan sungkan! Allah tidak akan mensia-siakan kebaikan hamba.
Rasulullah ﷺ bersabda :
” Jagalah dirimu dari neraka, walau (berinfak) dengan secuil kurma. Barangsiapa yang tidak bisa memberi apa-apa, maka dengan kata-kata yang baik” HR Bukhari 3595 Muslim 1016
Karena jauh, terpisah oleh jarak dan waktu, saya hanya bisa berkirim kata-kata ini. Semoga Allah mencatatnya sebagai kata-kata yang baik.
Tak lupa, kita sama berdoa agar Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah untuk pemerintah Indonesia, melimpahkan kebaikan dan pahala untuk mereka yang telah sigap dan cepat dalam merespon dampak dari musibah Sumatera. Mudah-mudahan Allah Ta’ala senantiasa mencurahkan keberkahan untuk negeri kita, negeri Indonesia.
Tanah Suci Mekkah, Abu Nasim Mukhtar. Rabu 12 Jumadal Akhir 1447 H/03 Desember 2025
Catatan: Kalimat dalam kurung adalah kalimat dari Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad. Kecuali yang terakhir, maka di kitab Madarijus Salikin.
anakmudadansalaf.id
