![]() |
| Antara Dicintai dan Mencintai |
(316)
Bisa saja seseorang mencintai. Mudah dan semau inginnya. Sebab, memberikan cinta tergantung pilihannya.
Memperoleh cinta dari orang yang dicintai, itu yang tak gampang. Karena, intinya bukan bagaimana bisa mencintai, namun seperti apa engkau bisa memperoleh cinta.
Setiap istri ingin dicintai suami. Itupun suami ideal yang diharapkan cintanya. Suami yang sabar, lemah lembut, setia, penyayang, perhatian, dan saleh tentunya.
Tak beda dengan suami. Ia ingin memperoleh cinta tulus dari istri. Tentu istri yang ideal, yaitu istri yang penurut, tak suka menuntut, hadir dalam suka duka, hati senang saat memandang, dan selalu membesarkan hati.
Kaum suami berharap istrinya seperti Ibunda Khadijah, yang menyerahkan cinta luar biasa. Para istri inginnya bersuami seperti Rasulullah ﷺ, yang cintanya sangat mendalam.
Tahukah, Istri? Kenapa Rasulullah ﷺ sangat mendalam cintanya kepada Ibunda Khadijah? Sebab, Ibunda Khadijah adalah wanita utama.
Ibunda Khadijah sejak masa jahiliah sudah dikenal dengan sebutan wanita suci. Beliau memiliki sifat-sifat mulia.
Setiap kali teringat Ibunda Khadijah, Rasulullah ﷺ selalu memuji dan menyanjung. Bahkan, setelah wafatnya. Bahkan, di depan istri-istri yang lain.
Al Bukhari (3821) Muslim (2437) meriwayatkan hadis Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
قد آمنت بي إذ كفر بي الناس، وصدقتني إذ كذبني الناس، وآستني بمالها إذ حرمني الناس، ورزقني الله عز وجل ولدها إذ حرمني أولاد النساء
Sungguh, Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang menentangku. Khadijah membenarkanku saat orang-orang mendustakanku. Khadijah mengorbankan hartanya untukku di waktu orang-orang tak mau membantu. Allah memberi rezeki anak-anak darinya, ketika istri-istri yang lain Allah halangi
Khadijah adalah wanita agung. Semua yang Ibunda Khadijah punya, diberikan untuk suaminya. Tenaga, pikiran, perhatian, harta, dan semua-semuanya. Maka, Rasulullah ﷺ pun memberikan cintanya.
Engkau, wahai Istri, jika ingin mendapatkan cinta suami, maka berkorbanlah semampu-mampumu. Cinta itu akan datang.
Tahukah, Suami, kenapa Ibunda Khadijah cintanya luar biasa kepada Rasulullah ﷺ? Karena, Rasulullah begitu istimewa.
Ketika Rasulullah ﷺ pertama kali memperoleh wahyu dari Allah dan pulang menggigil dingin karena cemas, Ibunda Khadijah menghibur:
كلا، أبشر، فو الله لا يخزيك الله أبدا؛ إنك لتصل الرحم، وتصدق الحديث، وتحمل الكل، وتقري الضيف، وتعني على نوائب الحق
Sekali-kali tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan mungkin membuat Anda terhina. Sungguh, Anda menyambung silaturahmi, berbicara selalu jujur, membantu yang lemah, memuliakan tamu, dan menolong orang yang kesulitan
HR Al Bukhari 6982 Muslim 160
Rasulullah ﷺ memang memiliki sifat-sifat utama. Sejak kecilnya memang sudah jauh berbeda dengan yang lain. Jujur, senang membantu, perhatian kepada keluarga, dan terpercaya. Maka, Ibunda Khadijah pun menyerahkan cintanya.
Engkau, wahai Suami, bila hendak mendapatkan cinta istri, maka jadilah laki-laki yang baik. Cinta itu akan datang.
Iya, cinta itu sulit untuk dirumuskan. Menurut Ibnul Qayyim (Madarijus Salikin 3/11), Cinta sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata yang lebih jelas dari cinta itu sendiri. Jika cinta didefinisikan, malah semakin kabur dan kaku. Definisi cinta itu ya adanya cinta itu
Maka, cinta tidak bisa dicopypaste, tidak mungkin ditiru, tidak dapat dipaksa atau direkayasa. Cinta bukan untuk dibuat-buat.
Kalau hanya dipamer-pamerkan, diviral-viralkan, apalagi justru berakhir dengan perpisahan, itu bukanlah cinta.
Cinta itu dengan melimpahkan cinta, dan memperoleh cinta dari yang dicintai. Saling mencintai satu sama lain. Bukan bertepuk sebelah tangan.
Dan itu hanya dapat diraih jika dibangun di atas cintanya kepada Allah Ta’ala. Jika cintanya karena Allah, maka kata Ibnul Qayyim, Itulah cinta yang memutus was-was, melahirkan kelezatan saat melayani, dan sekalipun bertumpuk-tumpuk musibah, tetap ia terhibur.
Kota Mekkah, 21 Februari 2025
