Deskripsi cover buku Seterang Kunang-Kunang

3 menit baca
Deskripsi cover buku Seterang Kunang-Kunang
Deskripsi cover buku Seterang Kunang-Kunang

oleh : Abu Zurarah (Kreator Cover)

*Latar belakang ide*

Design cover buku Seterang Kunang-Kunang terinspirasi dari sejengkal pengalaman seorang thalibul ilmi yang belum lama mengenal manhaj Salaf. Dan ini adalah kisah nyata.

Alhamdulillah, dikatakan bahwa sangat disyukuri ketika diberi nikmat bisa sering menghadiri majelis taklim rutin dari ba’da Magrib sampai menjelang azan Isya di sebuah masjid, di bilangan wilayah kota Yogyakarta. Sebuah lokasi yang terbilang sebagai wilayah sangat padat penduduk. Di sekitar bantaran sebuah kali yang cukup dikenal di kota Yogyakarta.

Rumah-rumah penduduk yang rapat, tak beraturan dan maaf, kumuh. Ternyata menyimpan sejumput cerita di dalamnya. Sering ketika setelah taklim usai, jamaah majelis taklim melakukan interaksi kepada masyarakat sekitar, yang salah satunya; bersama ustadz dan para ikhwan diminta untuk bertakziah. Menyolati jenazah penduduk di sekitar lokasi masjid yang meninggal dunia.

Lebih jauh lagi, hal ini menjadi cerita ketika berteman dengan ikhwan-ikhwan yang memang tinggal di sekitar lingkungan tersebut. Berkunjung ke rumah meraka dan menelusuri area di sekitarnya, menambah coretan dalam nan membekas di dasar sanubari bagi seseorang yang sedang mencari hidayah.

Tanpa terasa, ada getaran takjub sebagai empati yang muncul ketika membayangkan kehidupan keseharian para ikhwan di sana. Terlintas pikiran, betapa beratnya mereka dalam menjaga istiqomah. Karena nyata mereka adalah minoritas.

*Korelasi antara design cover dan judul buku*

Seterang Kunang-Kunang sebagai judul buku adalah ungkapan tawadhu yang dipilih penulis dalam rangka mewakili hakikat dari isi tulisan yang ada di dalamnya.

Kunang- kunang merupakan hewan serangga kecil yang secara alami mampu mengeluarkan cahaya pada malam hari. Cahaya yang dihasilkan oleh kunang kunang ini tidak lah besar dibanding cahaya dari lentera dan lampu listrik. Namun cahaya itu mampu berfungsi sebagai tanda adanya eksistensi sebuah kehidupan, kehidupan alami kunang kunang itu sendiri di pekatnya kegelapan malam.

Cahaya kunang kunang merupakan perumpamaan dari cahaya ilmu yang ingin dipertahankan keberadaannya melalui kumpulan essay yang dikemas menjadi sebuah buku. Dengan segenap harapan bahwa secuil cahaya ilmu ini akan menstimulasi cahaya ilmu yang lebih besar lagi.

Ilustrasi design cover buku sejatinya adalah gambaran sketsa malam di sebuah pemukiman padat di wilayah Jogja. Ilustrasi ini merupakan penggalan cerita dari latar belakang munculnya ide. Bahwa terdapat kehidupan segelintir thulabul ilmi yang menjalani takdir kehidupannya ditengah pemukiman masyarakat yang padat, kumuh, dan awam dari persoalan agama. Dengan segala dinamika kehidupan yang keras, mereka diberi kemampuan untuk istiqomah dalam menjalani kehidupan di atas Ilmu.

Hal ini diibaratkan sebagai kunang kunang yang mengeluarkan cahaya di pekatnya gelap malam. Walaupun kecil pendaran cahayanya tetapi mampu memberikan warna. Yaitu warna kehidupan syar’i.

Cover buku Seterang Kunang-Kunang ini juga dimaksudkan sebagai doa dalam bentuk ilustrasi. Di dalam kehidupan masyarakat yang sudah jauh dari petunjuk agama, keberadaan ilmu sangatlah signifikan. Walaupun tercatat sebagai minoritas. Diharapkan tulisan yang ada di dalam buku Seterang Kunang-Kunang ini mampu mewarnai kehidupan masyarakat luas dengan ilmu syar’i. Layaknya cahaya kunang kunang yang mewarnai pekatnya gelap malam.

Lendah, 10 Juli 2021

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca