Kisah Muhammad bin al Qasim: Pemimpin Muda yang Berjiwa Besar

2 menit baca
Kisah Muhammad bin al Qasim: Pemimpin Muda yang Berjiwa Besar
Kisah Muhammad bin al Qasim: Pemimpin Muda yang Berjiwa Besar

Namun, Muhammad bin al Qasim menolak ide tersebut. Beliau memilih untuk berlapang dada dan berjiwa besar. Menerima dengan senang hati pencopotannya dari jabatan panglima.

Entah apa yang sesungguhnya terjadi, walau ahli sejarah ada yang membahasnya, namun faktanya ; Muhammad bin al Qasim ditangkap, dibelenggu, dan dibawa ke Irak untuk dipenjarakan sampai wafat di usia yang belum genap 20 tahun.

Menurut Ibnul Atsir dalam Al Kamil, penduduk Sindh menangisi kepergiannya. Sementara musuh-musuh Islam bergembira ria.

Hamzah bin Baidh al Hanafi memuji beliau :

إِنَّ الْمُرُوءَةَ وَالسَّمَاحَةَ وَالنَّدَى … لِمُحَمَّدِ بْنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدِ

سَاسَ الْجُيُوشَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ حِجَّةً … يَا قُرْبَ ذَلِكَ سُؤْدُدًا مِنْ مَوْلِدِ

Sungguh, kehormatan, keluhuran budi, dan suka berderma

Adalah watak Muhamamd bin al Qasim bin Muhammad

Di usia 17 tahun sudah memimpin pasukan besar

Betapa mudanya ia saat menjadi pemimpin

Pujangga yang lain mengatakan :

سَاسَ الرِّجَالَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ حِجَّةً … وَلِدَاتُهُ إِذْ ذَاكَ فِي أَشْغَالِ

Baru berusia 17 tahun, ia telah memimpin pasukan besar

Sementara, anak-anak muda seusianya saat itu masih sibuk bermain

Anak muda, bacalah dan renungkanlah kisah hidup Muhammad bin al Qasim di atas! Jangan hanya melihat usianya yang masih muda belia saja! Namun, bayangkanlah bahwa untuk menjadi panglima berpengaruh, penakluk besar, dan berjiwa gagah, tentu melalui proses yang panjang.

Sejak kecil, Muhammad bin al Qasim tentu dididik dan dilatih dengan keras. Displin. Agama yang kuat. Tidak cengeng. Tidak manja. Tidak malas-malasan. Perlu diingat, di zamannya, adalah zaman tabi’iin. Bahkan sejumlah sahabat masih hidup. Sehingga, jabatan panglima sekaligus kesuksesan-kesuksesannya bukan perkara kecil.

Ingin mengulang lagi bait syair di atas karena menusuk-nusuk sukma :

سَاسَ الرِّجَالَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ حِجَّةً … وَلِدَاتُهُ إِذْ ذَاكَ فِي أَشْغَالِ

Baru berusia 17 tahun, ia telah memimpin pasukan besar

Sementara, anak-anak muda seusianya saat itu masih sibuk bermain

Dan kita? Masih saja bermain-main.

Lendah, 17 Agustus 2021

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Izzuddin bin Abdus Salam mengatakan, “Dari kitab-kitab ilmu dalam Islam, tidak pernah aku melihat sebaik kitab Al Muhalla karya...
  • (208) 9 sahabat lama pada belasan tahun lalu, berkenan berkunjung. Siswa-siswa SMA 1 Surakarta yang aktif di MKI di...
  • (260) Ringkasnya seperti ini : Tragedi Raji’ adalah peristiwa menyedihkan di sumber mata air Raji’ yang terletak antara Mekkah...
  • (328) Saya tidak setuju pernyataan seorang penulis, “Sampai detik ini, aku masih tetap akan bilang bahwa sampai hari ini...
  • (316) Bisa saja seseorang mencintai. Mudah dan semau inginnya. Sebab, memberikan cinta tergantung pilihannya. Memperoleh cinta dari orang yang...
  • (311) Ustadz Ayip Syafruddin menekankan, ” Harus memilih momentum yang tepat untuk memberikan nasihat “. Hal itu Beliau sampaikan...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca