![]() |
| Nabi Yusuf sendirian melewati masa-masa remaja dalam perjalanan hidup yang panjang |
Sampai di penjara. Jauh dari orangtuanya. Terpisah dari keluarganya.
Nabi Muhammad ﷺ berkali-kali mengalami kesendirian. Di Mekkah, di Thaif, di musim-musim haji, dan di saat mendakwahi masyarakatnya.
Begitulah, Saudaraku!
Jalan dakwah yang sedang engkau tempuh, adalah jalan hidup yang harus mengelola kesendirian.
Selama dakwahmu lillahi Ta’ala. Sepanjang dakwahmu ikhlas demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi, maka ingatlah baik-baik pesan Nabi Muhammad ﷺ:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
” Janganlah bersedih! Sesungguhnya, Allah selalu bersama kita “
Ingat-ingat juga pesan menyejukkan beliau ketika hanya berdua di dalam gua, saat menyembunyikan diri agar bisa selamat dari kejaran musuh:
مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا
” Wahai Abu Bakar, apa yang engkau pikirkan, jika ada 2 orang, Allah lah yang ketiga! ” HR Bukhari Muslim.
Jangan merasa sendiri, Saudaraku!
Menuju Pelabuhan Liang, 17 Shafar 1444 H/13 September 2022
