![]() |
| Berpuasa : Berdoa |
(371)
Berpuasa tidak bisa terlepas dari doa. Apalagi di bulan Ramadhan. Doa orang berpuasa, dari detik ia mulai berpuasa sampai di penghujung hari di detik ia berbuka, doanya mustajab.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada 3 jenis orang yang doanya tidak ditolak, di antaranya ;
” Orang yang berpuasa sampai ia berbuka ” HR Tirmidzi 3598 dari sahabat Abu Hurairah.
Menurut Syaikh Bin Baz, doa orang berpuasa itu tidak ditolak, ” Ketika berbuka, di waktu Zuhur, di waktu Ashar, dan kapan pun waktunya selama ia sedang berpuasa. Orang berpuasa doanya mustajab ketika sedang berpuasa dan saat berbuka juga. Sepanjang ia bebas dari faktor-faktor yang menghalangi terkabulnya doa, seperti; mengkonsumsi yang haram atau maksiat lainnya. Sebab, doa bisa terhalang dari kabulnya disebabkan dosa, maksiat, makan riba, dan makan yang haram. Kita memohon keselamatan dari Allah Ta’ala “
Jangan lewatkan orang tua dan keluarga dalam doa! Jangan lupakan teman dan sahabat dalam doa! Sertakan ustadz-ustadz, ikhwan-ikhwan Salafiyin, dan kaum muslimin dalam doa! Sebutlah masyarakat dan pemerintah Indonesia di doa-doa kebaikan!
Mendoakan orang lain adalah tanda bersihnya hati. Mendoakan orang lain alamat ketulusan jiwa. Tidak egois dengan memanjatkan doa-doa untuk dirinya sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda;
:
” Doa seorang muslim untuk saudaranya, tanpa sepengetahuannya, mustajab. Di sebelah kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia berdoa untuk kebaikan saudaranya, malaikat berkata; Aamiin. Untukmu juga doa yang sama ” HR Muslim 2733 dari Ummu Darda’.
Menurut Syaikh Bin Baz , ” Hakikatnya, amalan semacam ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang hatinya bersih, gemar berbuat baik, dan senang kebaikan. Tentu dia termotivasi dengan amalan ini karena hatinya lembut, ada cinta, dan berharap pahala di sisi Allah “
An Nawawi (Syarah Sahih Muslim) menerangkan, “Dahulu, sebagian Salaf jika hendak berdoa kebaikan untuk dirinya sendiri, beliau berdoa untuk saudaranya muslim dengan doa yang ia inginkan untuk dirinya. Sebab, doanya mustajab dan ia akan memperoleh hal yang sama “
Jika ia ingin dimudahkan dalam belajar, ia mendoakan temannya agar dimudahkan dalam belajar. Jika ia ingin sukses bisnisnya, ia mendoakan temannya agar sukses berbisnis. Jika ia ingin anak-anaknya salih salihah, ia mendoakan agar anak-anak temannya salih salihah. Jika ia ingin terhindar dari hal yang buruk, ia mendoakan agar temannya terhindar dari yang buruk. Dan seterusnya.
Mendoakan teman tanpa sepengetahuannya merupakan ikatan persaudaraan yang kuat.
Ibnul Jauzi (Shifatus Shofwah 2/31) menyebutkan bahwa Harim bin Hayyan pernah menemui Uwais Al Qarni, seorang tokoh tabi’in terkemuka. Kepada Uwais, ia berkata, ” Mohon Anda memperhatikan kami dengan mengunjungi kami”. Kata Uwais, ” Saya sudah memperhatikan engkau dengan yang lebih baik dari sebuah kunjungan dan pertemuan. Doa kebaikan tanpa sepengetahuan. Sebab, kunjungan dan pertemuan, terkadang dinodai oleh sikap dibuat-buat dan riya’ “.
Benar! Kalau persahabatan hanya dipahami sempit dengan bertemu, berkunjung, dan bercengkerama, itu bisa dibuat-buat. Bisa diatur. Bisa disetting. Namun, mendoakan kebaikan tanpa memberitahu, itu jauh lebih bermakna.
Ibnul Jauzi (Shifatus Shofwah 1/493) menyebutkan bahwa Abu Hamdun mempunyai buku catatan berisi 300 nama teman-temannya. Hampir setiap malam beliau mendoakan kebaikan untuk mereka.
Masih ada waktu terbuka di bulan Ramadhan ini agar kita berdoa untuk orang-orang yang kita kasihi karena Allah, orang-orang yang berjasa, orang-orang yang pernah membantu dan peduli, orang-orang yang kita harapkan sembuhnya, orang-orang yang sedang susah, sedang terlilit hutang, yang ingin menikah, yang ingin memiliki anak, dan masih banyak lagi.
Ingat juga bahwa, bisa jadi kita selama ini memperoleh kebaikan atau terhindar dari keburukan karena sebab doa orang-orang yang tidak pernah memberitahu kita.
Mungkin doa kita tertolak, tetapi justru doa-doa mereka mustajab. Allahul musta’an
10 Ramadhan 1447 H
anakmudadansalaf.id
