Lulusan Pesantren Adalah Calon Manajer Hebat, Bukan Pekerja

2 menit baca
Lulusan Pesantren Adalah Calon Manajer Hebat, Bukan Pekerja
Lulusan Pesantren Adalah Calon Manajer Hebat, Bukan Pekerja

(193)

KBBI mendefinisikan manajer sebagai seseorang yang berwenang dan bertanggungjawab untuk membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.

Banyak nama-nama terkenal di perusahaan-perusahaan besar, CEO, manajer, atau apapun namanya, baik skala nasional maupun dunia. Setiap nama membawa profil dan nilai kekayaan fantastis yang dipunya.

Tapi, Santri, jangan pesimis! Jangan kecil hati!

Di pesantren, sejatinya engkau dididik dengan nilai-nilai manajerial dan leadership. Engkau dilatih untuk memiliki; integritas dan kejujuran, tanggungjawab dan disiplin, interpersonal yang baik, pintar memotivasi, mampu berkomunikasi, dan bisa menganalisis.

Coba hayati dan nikmati kehidupan pesantren! Engkau dipertemukan dengan berbagai macam dan watak orang. Dari ujung barat Indonesia hingga Papua, orang Jawa dan luar Jawa, kaya dan yang biasa saja, dan keanekaragaman lainnya.

Di pesantren engkau dituntut; tepat waktu salat dan jam belajar, disiplin berbagai piket, berpikir jauh ke depan bahkan hingga tentang kiamat kelak, diberi tugas-tugas dengan konsekuensi perencanaan, eksekusi, dan tanggungjawabnya.

Sayangnya, engkau belum mau mengerti. Engkau tak begitu percaya. Engkau masih termakan tipu rayu dunia. Engkau terlalu tergesa-gesa.

Bisa jadi salah kami selaku orang tua dan guru. Karena, tidak mampu meracik formula agar engkau percaya. Tidak bisa meramu cara agar engkau tahu. Kurang indah merangkai rencana sampai engkau tak mengerti, bagaimana masa depanmu?

Terakhir, jangan pikir bekerja itu mudah! Apalagi berharap dikasih pekerjaan. Ikut orang, menjadi suruhan. Bekerja bukan sebatas kerja lalu dapat uang, terus senang-senang.

Bagaimana engkau bisa bekerja jika tak memiliki moral, etos, dan etika? Dirimu saja tak bisa engkau atur sendiri, bagaimana mau mengatur kerja?

Jadi, jangan berhenti thalabul ilmi, jangan tinggalkan pesantren, dengan beralasan, ” Aku ingin kerja. Aku ingin punya uang “. Ah, rendah sekali cita-citamu!

Santri, sadarilah bahwa engkau dididik untuk bisa memimpin, bisa merencanakan, bisa mengelola. Bisa memberi pekerjaan, bukan mencari pekerjaan. Engkau dibentuk menjadi manajer plus, yaitu manajer dengan berorientasi ibadah. Tidak sebatas berhitung untung rugi materi.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Ibnu Umar riwayat Bukhari dan Muslim :

ألا كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

Ketahuilah! Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian pasti dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin

King Abdullah Expansion, 21 Ramadhan 1444 H/12 April 2023

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca