Dakwah Salaf di Tanah Batak

3 menit baca
Dakwah Salaf di Tanah Batak
Dakwah Salaf di Tanah Batak

(223)

Batak adalah rumpun suku-suku yang mendiami sebagian besar wilayah Sumatera Utara, terutama pantai Timur sampai di pantai Barat.

Suku Batak tercatat sebagai etnik terbesar dan tersebar nomor 3 di Indonesia setelah Jawa dan Sunda.

Sudah lewat 20 tahun yang lalu, saya mendengar pemeo, ” Di dunia ini, hanya ada 2 jenis orang, yakni orang baik dan orang Batak “.

Barangkali informasi yang tidak utuh, ditambah keberadaan sejumlah oknum, seakan-akan begitulah nyatanya orang Batak. Dianggap sebagian pihak identik dengan kekasaran.

Namun, anggapan itu pasti menguap dan hilang saat tiba di Pondok Pesantren Al Ghuraba di Aek Songsongan, Asahan.

Sebelum mendarat di Bandara Silangit, hamparan hijau pegunungan dan perbukitan begitu memikat. Danau Toba dengan pulau Samosir di tengahnya, menambah indah dipandang.

Jarak Bandara Silangit ke Aek Songsongan kurang lebih 90 km. Hanya saja, waktu tempuh yang dihabiskan saat itu menyentuh 6 jam.

Selain tidak terburu-buru, jalan berkelok-kelok karena membelah Bukit Barisan, rombongan diajak melihat secara langsung Bendungan dan Air Terjun Sigura-gura. Ruang 4 turbin di 200 meter di bawah tanah membuat agak susah bernafas.

Kapan pertama kali dakwah Salaf masuk ke Tanah Batak? Tentu perlu riset lebih mendalam.

Tetapi, bolehlah dinyatakan bahwa dakwah Salaf mulai berkembang di Aek Songsongan, sebagai bagian dari Tanah Batak, pada awal 2000-an.

Di sini lah, kita bisa menemukan fakta tentang orang-orang Batak, bahwa mereka pun berkarakter halus dan terbuka.

Pesantren Al Ghuraba tak bisa lepas dari peran orang Batak.

Iya! Bah, rupanya banyak Salafy yang bermarga Batak! Subhanallah, amaak jaaang!

Berikut ini, ikhwan-ikhwan Salafy yang berasal dari suku Batak; ada yang bermarga: Tobing, Sipahutar, Sitorus, Simatupang, Panjaitan, Silalahi, Siagian, Sitepu, Samosir, Perangin-angin, Panggabean, Ritonga, Pasaribu, Siahaan, Sagala, Siltonga, dan masih ada lagi ikhwan Salafy dengan marga Batak lainnya.

Ada juga ikhwan-ikhwan Salafy dari 4 marga utama suku Batak Simalungun, yaitu Damanik, Saragih, Purba, dan Sinaga.

Sonak Malela sebagai perkumpulan 4 suku, yaitu Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede, ada pula ikhwan Salafy dengan 4 marga tersebut.

Berbincang-bincang dengan ikhwan-ikhwan Batak, membuat terkagum-kagum. Pasalnya, mereka benar-benar memperhatikan nasab keturunan.

Bukan hanya marga, mereka pun mengerti, ada pada generasi ke berapa? Ke-15 kah, ke-17 kah, atau ke berapa?

Hal ini sesuai benar dengan perintah Nabi Muhammad ﷺ:

وَصِلُوا الْأَرْحَامَ

Sambunglah hubungan silaturahmi! ” HR Ibnu Majah no.2648 dari sahabat Abdullah bin Salam.

Silaturahmi artinya menyambung hubungan rahim. Siapa saja mereka? Syaikh Bin Baz menerangkan, ” Kerabat-kerabat dari pihak ibu dan bapak “.

Maka, berubah lah 180 derajat anggapan tentang orang Batak!

Teringat hampir satu bulan yang lalu. Ketika Abul Harits, ketua panitia Kajian Aek Songsongan, berkunjung ke rumah di Kulonprogo.

Berbarengan kami makan siang dengan beberapa tamu dari Wonosobo.

Setelah mendengar Abul Harits memperkenalkan diri sebagai orang Batak bermarga Hutajulu, seorang tamu langsung berdiri tertawa sambil mengulurkan tangan kanan untuk menjabat tangan, dan berkata, ” Batak Sunnah?!”.

” Sejak saat ini, hilang sudah dendam saya kepada orang Batak!”, katanya sembari masih tertawa kecil.

Rupanya, tamu kami pernah memiliki cerita kurang enak dengan orang Batak bertahun-tahun sebelumnya.

Walhamdulillah, kita pun telah mengerti bahwa ada, dan telah tumbuh berkembang dakwah Salaf di Tanah Batak.

Aek Songsongan, 26 Shafar 1445 H/10 September 2023

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (227) Tidak terlalu kaget saat menempuh perjalanan ke Waringin Kurung, Banten. Sebab, banyak pesantren Salaf terletak di area bukit...
  • Pulau Selayar berada di bawah pulau Sulawesi, ke arah selatan. Sebagai pusat kegiatan, pulau Selayar bersama 131 pulau lainnya...
  • (222) Abdul Malik bin Habib Al Bashri justru lebih dikenal dengan kunyahnya; Abu Imran Al Jauni. Ulama generasi tabi’in...
  • (312) Dari Ponpes Imam Syafi’i di desa Pungka Sumbawa menuju pelabuhan Poto Tano, kami harus menempuh perjalanan 95 km....
  • (218) Mendengar nama Denpasar, seringkali tergambar tentang obyek-obyek wisata mendunia, turis lokal dan mancanegara, dan kehidupan masyarakatnya yang mayoritas...
  • (243) Beberapa saat sebelum mendarat, kelok-kelok sungai Batanghari indah terlihat. Sungai terpanjang di pulau Sumatera dan nomor 4 di...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca