![]() |
| Madinah, Kota Ilmu |
(307)
Rasanya ada yang kurang saat berkunjung ke Kota Nabi jika tidak melakukan ramah tamah dengan para pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana.
Waktu kami yang sangat singkat, hanya 2 hari 2 malam, membuat ramah tamah itu dilakukan di dinginnya Kota Madinah.
Iya, 9 derajat celcius! Pagi setelah salat Subuh di halaman luar Masjid Nabawi searah gerbang 320. Pagi-pagi benar, karena tidak ada pilihan waktu lain.
Kepada puluhan anak-anak muda itu, Ustadz Ayip Syafruddin memompa semangat mereka.
Selain mengingatkan nikmat kesempatan belajar di Madinah yang belum tentu dimiliki setiap orang, Beliau juga memberi tips metode belajar yang simple dan sederhana.
Tak lupa, Ustadz Ayip menggambarkan betapa umat Islam di Indonesia sangat kehausan akan ilmu agama.
Beliau memberikan contoh pengalaman ketika berdakwah di kota Palu. Saat itu di antara peserta adalah anak muda dari Kepulauan Banggai. Ia harus mengarungi 5 jam perjalanan laut, ditambah perjalanan darat 7 jam. Semuanya demi ilmu!
Kota Madinah adalah kota ilmu. Selain kampus-kampus Islam dan halaqah-halaqah yang tersebar di sepenjuru Madinah, jangan lupakan Masjid Nabawi!
Contohnya halaqah Al Qur’an. Di Masjid Nabawi dibuka banyak program Al Qur’an. Untuk para peziarah yang waktunya terbatas di Madinah, ada program Quran Teaching for Visitors atau Halaqatul Zuwwar.
Yang hendak mengoreksi bacaan Al Qur’an, bisa memilih program Tashih Tilawah.
Program Al Hifzh untuk yang ingin menambah hafalan Al Qur’an. Program Al Muraja’ah untuk mengulang dan menyempurnakan hafalan.
Tentu yang favorit adalah program Al Ijazah, yaitu mengambil sanad Al Qur’an yang bersambung sampai ke Rasulullah ﷺ.
Selain itu, ada program ‘An Bu’d yang berkonsep sistem jarak jauh dengan menggunakan tekhnologi sebagai sarana komunikasi.
Luar biasanya, di Masjid Nabawi juga ada halaqah untuk yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra dan tuna rungu. Program ini dinamakan Ash Shumm wal Bukm wal Makfufin.
Nah, anak-anak muda yang kami temui pagi kemarin adalah anak-anak muda yang aktif menghadiri halaqah-halaqah Al Qur’an di Masjid Nabawi.
Ibnul Qayyim ( Madarijus Salikin 2/441-442) berkata, ” Sungguh, Musa bin Imran, Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Ar Rahman, menempuh perjalanan panjang dalam rangka thalabul ilmi. Beliau dan anak muda yang menyertai. Sampai-sampai mereka berdua mengalami lelah yang luar biasa dalam perjalanan thalabul ilmi. Dan Beliau memperoleh 3 macam ilmu. Padahal, Nabi Musa termasuk hamba yang paling mulia di sisi Allah dan paling berilmu tentang Allah “.
Beliau melanjutkan, ” Allah mengharamkan hasil buruan anjing yang jahil (tidak terlatih). Adapun anjing terlatih (berilmu), Allah halalkan hasil buruannya “.
” Demikian juga anggota badan manusia yang jahil. Tidak akan mungkin menghasilkan tangkapan amal kebaikan sedikit pun. Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam “, Ibnul Qayyim menyimpulkan.
Berbahagialah engkau yang berkesempatan thalabul ilmi di Kota Nabi. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi, kami bisa menyusul. Aamiiiin, wa taqabbal yaa Kariim.
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
IST, 06 Januari 2025
