![]() |
| Berlemah-lembut lah! |
(337)
Ciri khas dan karakteristik gurunda Ustadz Fauzan bin Abdul Karim dalam menyampaikan nasihat masih sama. Seperti 22 tahun yang lalu. Ritme nya pelan, kata-kata yang tegas, dipadukan dengan bahasa Arab, dan berbasis dalil.
Alhamdulillah, acara hari itu terbilang sukses. Angkatan 2002 – 2012 dipilih dalam temu kangen Alumni Pondok Daarus Salaf Sukoharjo karena angkatan itulah yang menempati lokasi lama, kurang lebih 2 km dari lokasi yang sekarang ini. Pondok IT atau Pondok Ibnu Taimiyah Solo, adalah sebutan yang lebih akrab.
Ustadz Fauzan mengingatkan para alumni yang sebagian besar telah terlibat dalam kegiatan-kegiatan dakwah untuk selalu mengedepankan sikap ar rifq, yaitu lemah lembut.
Dalil pertama yang Beliau sebutkan adalah firman Allah Ta’ala ;
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah- lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada- Nya “ QS Ali Imran; 159
Ada 5 hal yang mesti diperhatikan jika dakwah ingin berjalan baik; yaitu : bersikap lemah lembut dan jangan kasar jangan kaku, selalu memaafkan, senantiasa memohonkan ampunan untuk yang didakwahi, menghormati mekanisme musyawarah, dan senantiasa bertawakkal kepada Allah Ta’ala.
Adapun contoh dan praktik nyata dari Rasulullah ﷺ, Ustadz Fauzan menyebutkan beberapa hadis.
Antara lain kisah orang Badui yang kencing di dalam masjid. Ketika sebagian sahabat bereaksi dengan keras, Rasulullah ﷺ justru mensikapi badui itu dengan kasih sayang dan lemah lembut.
Padahal, jika ditilik dari perbuatannya, kencing di dalam masjid adalah kesalahan besar. Namun, Rasulullah ﷺ membimbing dan menegurnya dengan penuh cinta.
Contoh lain?
Bukhari (6256) dan Muslim (2165) meriwayatkan hadis Aisyah tentang sejumlah orang Yahudi yang datang menemui Rasulullah ﷺ. Mereka mengucapkan :
السَّامُ عَلَيْكَ
Yang artinya; Semoga cepat mati saja kamu!
Jika kalimat di atas diucapkan dengan cepat, yang kurang perhatian tentu mendengarnya :
السَّلَامُ عَلَيْكَ
Yang artinya; Semoga engkau selalu dalam keselamatan.
Ibunda Aisyah yang mendengar dengan serius rupanya memahami apa yang mereka ucapkan. Langsung saja, Ibunda Aisyah menjawab :
عَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ
“ Justru kalian saja yang cepat mati dan memperoleh laknat!“
Rasulullah ﷺ menegur Ibunda Aisyah, “ Santai saja, wahai Aisyah. Sungguh, Allah mencintai lemah lembut dalam semua hal “
“ Apakah Anda tidak mendengar apa yang mereka ucapkan tadi, wahai Rasulullah? “, tanya Ibunda Aisyah.
Beliau ﷺ bersabda, “ Bukankah saya sudah menjawab; wa ‘alaikum (untuk kalian juga) ?“
Subhaanallah! Sudah terang-terang kaum yahudi itu membenci, sudah terang-terang mereka mendoakan kejelekan untuk Rasulullah ﷺ, tetap saja Beliau ﷺ bersikap lemah lembut.
Beliau ﷺ tidak mengucapkan hal yang sama, apalagi lebih dari itu. Beliau sebatas menjawab; wa ‘alaikum.
Sungguh, nasihat-nasihat Ustadz Fauzan kepada kami, santri-santri Beliau sangat bermakna. Pesan kasih sayang, wasiat berlemah-lembut, sebagai pegangan dalam berdakwah tentulah hal yang urgent.
Mereka yang meneladani Rasulullah ﷺ dalam metode dakwah, tentu memperoleh banyak kebaikan. Adapun yang kaku, keras, dan tidak bersahabat, ujung-ujungnya akan dijauhi dan ditinggalkan umat. Allahul musta’aan.
Lendah, 17 Muharram 1447 H/12 Juli 2025
