Apa kesimpulannya?

2 menit baca
Apa kesimpulannya?
Apa kesimpulannya?

Pada kasus santri nakal :

1. Ia harus bertaubat. Taubat yang nasuha. Serius dan jujur. Menyesal yang dalam. Bertekad tidak mengulangi.

2. Pintu taubat terbuka untuknya. Sebab, Allah maha pengampun dan maha menerima taubat. Dimaafkan dan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

3. Urusannya dengan Allah, tentu Allah yang mengaturnya. Urusannya dengan orang lain, hendaknya diselesaikan sebaik-baiknya.

4. Efek sosial karena nakal adalah realita yang nyata. Jangan menyalahkan orang! Jalani saja sebagai risiko berbuat nakal. Justru hal itu sebagai pengingat agar tidak kembali berbuat. Itulah ujian, apakah taubatnya benar-benar ikhlas karena Allah? Ataukah hanya sekadar untuk bisa diterima manusia?

5. Efek sosial oknum santri yang nakal adalah trauma di sebagian orang. Mereka takut jadi korban lagi. Mereka khawatir terluka kembali. Maka, wajar jika mereka menjaga jarak.

Ibnu Abdil Barr dalam At Tamhid (6/127) menyatakan, ” Ulama bersepakat ; tidak boleh seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Kecuali, bila khawatir karena berbicara atau berinteraksi dengannya, justru bisa merusak agamanya, atau menimbulkan madharat agama dan dunia pada dirinya. Jika demikian, maka ada rukhsah untuk menjauhi dan menghindarinya. Seringkali, menghindar secara elegan lebih baik daripada berbaur namun menyakiti”

Saat menulis ini, saya teringat kembali wajah santri yang saya pulangkan. Teringat juga wajah ayahnya yang pasti kecewa.

Saya hanya bisa berdoa dan berharap agar ia berhasil melewati masa-masa sulit ini. Semoga Allah memberi hidayah untuknya. Menguatkannya agar benar-benar berhenti dari kebiasaan mengutil atau mencuri.

Walau sulit untuk kembali ke sini, masih banyak tempat yang bisa dipilih untuk memperbaiki diri.

Bila ia sungguh-sungguh bertaubat, manusia tidak memuji pun ia tak peduli. Meski sebagian orang tetap membenci, ia usahakan memaafkan karena itulah efek perbuatannya sendiri.

Semoga Allah melimpahkan hidayah untuk semuanya.

Lendah, 02 Shafar 1444 H/30 Agustus 2022

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • Ber dakwah melalui tulisan sudah dikenalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Hal tersebut ditunjukkan dengan surat-surat yang dibuat dan dikirimkan...
  • (195) Datanglah ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi di bulan Ramadhan! Lebih-lebih di 10 hari terakhir. Anda akan menyaksikan...
  • (174) Meniti Rendah Hati Ada nasihat bagus dari Al Muzani. Al Muzani di sini, bukan murid Imam Syafi’i yang...
  • (248) Cinta, cerita tentangnya seolah tidak ada habisnya. Seperti; mencintai adalah suatu bentuk rezeki. Sebab, rezeki bukan hanya berwujud...
  • (142) Ada kejadian menarik sesaat sebelum kapal meninggalkan Pelabuhan Namlea. Pintu kapal telah ditutup. Tangga sudah dinaikkan. Sebagian penumpang...
  • Keterangan Ibnu Abbas di atas disebutkan Al Bukhari di dalam As Shahih (4/127). Nah, ayat ini merupakan dasar hukum...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca