![]() |
| Tadi malam, tarawih lebih panjang dari malam-malam sebelumnya |
Total 2 juz yang dibaca; 26 dan 27. Dibagi 10 rakaat selepas Isya, dilanjutkan 10 rakaat tengah malam dengan 3 rakaat witir. Doa qunut hampir setengah jam dibaca Syaikh Sudais.
Alhamdulillah. Khusyuk dan syahdu! Memburu dan mengejar Lailatul Qadar, yaitu satu malam yang lebih baik dibandingkan 1.000 bulan.
Mereka datang dari berbagai negara dan negeri. Beraneka bahasa dan bermacam warna kulit. Dari status dan strata yang tak sama. Walau demikian, mereka bisa saling mengerti walau hanya dengan isyarat tangan atau gerakan badan.
Saya menulis ini, sekadar memotivasi saja. Sebab, iman belumlah dikata sempurna kecuali bila telah berharap kebaikan yang dirasakan, turut pula dirasakan saudaranya.
10 hari terakhir dalam i’tikaf, kami ada satu rombongan. Ada yang profesinya perawat, tukang las, produksi roti, pengelola warung makan, petani nira, dan 2 pedagang bakso, satunya lulusan SD satunya lulusan SMP.
Masing-masing punya cerita unik dan dramatis agar bisa berangkat umroh. Dari yang tak terpikirkan, hingga sadar lalu menabung. Sebab, berangkat umroh bukan ditentukan oleh mampu atau tidak mampu. Umroh itu faktornya, mau atau tidak mau. Karena, jika sudah mau, selalu saja ada jalan yang Allah Ta’ala berikan.
Malam 27 Ramadhan tahun depan semoga kita bertemu di Mekkah!
27 Ramadhan 1444 H/18 April 2023
