![]() |
| Semua macam cerita peradaban manusia di belahan bumi manapun, seharusnya dijadikan renungan. |
Istana Mycenae di Yunani, puing-puing Cervetari di Italia, situs kota kuno Jerash di Yordania, kuil-kuil megalitik di Malta, reruntuhan Chartage, termasuk kraton-istana di Nusantara yang kini tersisa sebagai cerita.
Tujuannya jelas dan tegas!
Menyadarkan manusia bahwa tidak ada yang kekal abadi di dunia ini. Supaya manusia tidak sombong. Jangan arogan! Jangan lupa diri!
Pertanyaannya adalah apa yang menyebabkan kehancuran? Benar bahwa segala sesuatu ada batas waktunya. Kapannya Allah lah yang menentukan. Namun, kita mesti mengetahui apa penyebabnya?
Berdasarkan ayat 45 surat Al Hajj di atas; kezaliman adalah sumber malapetaka dan bencana. Kezaliman menjadi akar dari semua kesulitan dan problem kehidupan. Semakin dekat pada kezaliman, semakin dekatlah dari kehancuran. Sebisa mungkin sejauh-jauhnya dari kezaliman, maka akan semakin lama pula bertahan.
Ibnul Jauzi ( Shifatus Shofwah, hal. 318 ) menyebutkan kisah sahabat Abu Darda yang menangis menyendiri. Padahal hari itu adalah hari kemenangan. Pasukan Islam berhasil menaklukan pulau Cyprus.
Jubair bin Nufair menemui beliau dan bertanya, ” Abu Darda, gerangan apa yang membuat Anda menangis? Padahal hari ini, Allah memuliakan Islam dan umat Islam”.
Sahabat Abu Darda menjawab, ” Celaka kamu, he Jubair! Alangkah terhina makhluk di hadapan Allah, bila telah meninggalkan perintah- Nya. Di saat-saat mereka berkuasa dan memerintah, kerajaan besar mereka punya, lalu mereka meninggalkan perintah Allah, maka engkau saksikan sendiri kondisi mereka saat ini”
Inilah sebabnya! Berbuat zalim, berperilaku curang, licik dan culas sifatnya, berbohong adalah karakternya, dan aturan-aturan Allah tidak lagi diindahkan. Maka, telah tiba masa kehancurannya. Selanjutnya, tersisa cerita menjadi masa lalu. Dulu dan dulu.
Lendah, akhir Syawwal 1444 H/18 Mei 2023
