Semua macam cerita peradaban manusia di belahan bumi manapun, seharusnya dijadikan renungan.

2 menit baca
Semua macam cerita peradaban manusia di belahan bumi manapun, seharusnya dijadikan renungan.
Semua macam cerita peradaban manusia di belahan bumi manapun, seharusnya dijadikan renungan.

Istana Mycenae di Yunani, puing-puing Cervetari di Italia, situs kota kuno Jerash di Yordania, kuil-kuil megalitik di Malta, reruntuhan Chartage, termasuk kraton-istana di Nusantara yang kini tersisa sebagai cerita.

Tujuannya jelas dan tegas!

Menyadarkan manusia bahwa tidak ada yang kekal abadi di dunia ini. Supaya manusia tidak sombong. Jangan arogan! Jangan lupa diri!

Pertanyaannya adalah apa yang menyebabkan kehancuran? Benar bahwa segala sesuatu ada batas waktunya. Kapannya Allah lah yang menentukan. Namun, kita mesti mengetahui apa penyebabnya?

Berdasarkan ayat 45 surat Al Hajj di atas; kezaliman adalah sumber malapetaka dan bencana. Kezaliman menjadi akar dari semua kesulitan dan problem kehidupan. Semakin dekat pada kezaliman, semakin dekatlah dari kehancuran. Sebisa mungkin sejauh-jauhnya dari kezaliman, maka akan semakin lama pula bertahan.

Ibnul Jauzi ( Shifatus Shofwah, hal. 318 ) menyebutkan kisah sahabat Abu Darda yang menangis menyendiri. Padahal hari itu adalah hari kemenangan. Pasukan Islam berhasil menaklukan pulau Cyprus.

Jubair bin Nufair menemui beliau dan bertanya, ” Abu Darda, gerangan apa yang membuat Anda menangis? Padahal hari ini, Allah memuliakan Islam dan umat Islam”.

Sahabat Abu Darda menjawab, ” Celaka kamu, he Jubair! Alangkah terhina makhluk di hadapan Allah, bila telah meninggalkan perintah- Nya. Di saat-saat mereka berkuasa dan memerintah, kerajaan besar mereka punya, lalu mereka meninggalkan perintah Allah, maka engkau saksikan sendiri kondisi mereka saat ini”

Inilah sebabnya! Berbuat zalim, berperilaku curang, licik dan culas sifatnya, berbohong adalah karakternya, dan aturan-aturan Allah tidak lagi diindahkan. Maka, telah tiba masa kehancurannya. Selanjutnya, tersisa cerita menjadi masa lalu. Dulu dan dulu.

Lendah, akhir Syawwal 1444 H/18 Mei 2023

t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (380) Jembatan Giza membentang di atas sungai Nil dengan pulau Rhoda di bawahnya. Dibangun tahun 1908 dengan rangka baja,...
  • (92) Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i menyatakan, ” Sungguh! Pernikahan termasuk tanda-tanda kebesaran Allah. Seorang wanita dari arah...
  • (101) Gilanya Gila Bola Bahkan, bagi beberapa pihak, bola sudah dianggap sebagai sebuah agama. Bola menjadi tolak ukur benci...
  • (357) Sedihmu, sedih kami. Lukamu, luka bagi kami. Susahmu, ada di kami. Kita ibarat satu tubuh utuh. Ujung jari...
  • (144) Seakan tidak ada habisnya jika berbicara tentang Imam Ahmad bin Hanbal. Termasuk kisah cintanya! Karena benar-benar sibuk dan...
  • (373) Lembah Al Aqiq. Lembah sepi di pinggiran kota Madinah. Jauh dari keramaian. Lembah Al Aqiq lembah subur yang...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca