Pondok : Masa Depan Kami (IV)

3 menit baca
Pondok : Masa Depan Kami (IV)
Pondok : Masa Depan Kami (IV)

(328)

Saya tidak setuju pernyataan seorang penulis, “Sampai detik ini, aku masih tetap akan bilang bahwa sampai hari ini pondok sama sekali bukan tempat yang baik untuk membangun : Pola pikir, karakter, mental, akhlak, integritas, dan lain-lain. Pondok tidak mengajarkan dan tidak menanamkan itu “.

Kitab Riyadhus Salihin karya An Nawawi, satu contoh saja. Kurang apa kitab ini mengajarkan tentang pola pikir, karakter, mental, akhlak, dan integritas?

Dengan 1879 hadis yang disusun menjadi 17 judul utama dan 265 bab, Riyadhus Salihin menjadi literatur terdekat, familiar, dan menjadi semacam kajian wajib di Pondok.

Sejak kecil, bahkan masih di usia dini, santri-santri telah ditanamkan nilai-nilai kebajikan itu! Anak-anak kecil di Pondok sudah menghafal hadis Nabi ﷺ beserta artinya :

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

Tanda orang munafik ada tiga; jika bicara berdusta, jika berjanji mengingkarinya, dan jika diberi kepercayaan malah mengkhianatinya “. HR Bukhari Muslim.

Paling tidak hadis di atas diulang 4 kali dalam Riyadhus Salihin! Bab 25: Perintah Menunaikan Amanah, Bab 86 : Menepati Kesepakatan dan Menunaikan Janji, Bab 260: Haramnya Berdusta, dan Bab 277 ; Haramnya Berkhianat.

Jika hadis di atas bukan pembelajaran integritas, integritas apa dan mana lagi yang dimaukan? Adakah moral dan akhlak yang lebih indah dari untaian sabda Nabi ﷺ di atas? Walhamdulillah, santri masih kecil pun menghafal hadis ini!

Ambil satu contoh, yaitu menepati janji. Inilah integritas yang telah terkikis hingga menemukannya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Bahkan, sekalipun terhadap musuh, integritas ini dijunjung tinggi-tinggi.

Imam Muslim (1787) meriwayatkan kisah Khudzaifah dan ayahnya yang tertangkap pasukan Quraisy. Mereka berdua dibebaskan namun dengan janji tidak akan membantu kaum muslimin dalam perang Badar. Ketika mereka bertemu Nabi Muhammad ﷺ yang sedang menuju Badar, hal itu diceritakan. Sabda Nabi ﷺ:

انصرفا نفي لهم بعهدهم ونستعين الله عليهم

Lanjutkan perjalanan kalian ke Madinah! Kita tepati janji dengan mereka. Kita memohon bantuan dari Allah Ta’ala”.

Abu Dawud (2758) meriwayatkan kisah Abu Rafi’ yang menjadi duta Quraisy untuk menyampaikan pesan kepada Rasulullah ﷺ.

Setibanya di Madinah dan bertemu langsung Rasulullah ﷺ, Abu Rafi’ malah tertarik masuk Islam, bahkan bersumpah, “ Wahai Rasulullah, demi Allah, sungguh saya tidak ingin kembali kepada mereka”.

Beliau ﷺ bersabda;

إني لا أخيس بالعهد ولا أحبس البرد، ولكن ارجع فإن كان في نفسك الذي في نفسك الآن فارجع

Sungguh, saya bukan tipe orang yang menyelisihi perjanjian, juga bukan tipe orang yang menahan duta utusan. Namun, kembalilah engkau kepada mereka. Jika ternyata di dalam dirimu masih sama dengan apa yang ada pada dirimu sekarang, barulah kembalilah engkau kemari

Benar! Setelah Abu Rafi’ pulang kepada Quraisy untuk melaporkan hasil tugasnya, Abu Rafi’ kembali Madinah untuk menyatakan Islam.

Inilah integritas yang diajarkan di Pondok-Pondok. Jangankan kepada kawan, janji kepada lawan pun tetap ditepati. Jangankan kepada teman, kepada musuh sekalipun kejujuran selalu dikedepankan. Jangankan di saat-saat damai, bahkan di situasi perang pun nilai-nilai amanah diperjuangkan.

Wahai, Santri-santriwati, di Pondok, selamat berjuang menjadi insan bermoral, berakhlak, dan berintegritas!

Lendah 12 April 2025

https://t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca