Kisah Nabi Harun dan Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Mesir

2 menit baca
Kisah Nabi Harun dan Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Mesir
Kisah Nabi Harun dan Nabi Isa dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Mesir

Harun adalah saudara tua Musa. Kepada Allah Ta’ala, Musa bermohon agar saudaranya menjadi nabi juga untuk menguatkan, mendukung, serta penggantinya. Maka, kisah Harun pun tidak lepas dari Mesir.

Allah Ta’ala berfirman;

وَا جْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ 
هٰرُوْنَ اَخِى 
اشْدُدْ بِهٖۤ اَزْرِيْ 
وَاَ شْرِكْهُ فِيْۤ اَمْرِيْ 

“dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,”
“(yaitu) Harun, saudaraku,”
“teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,”
“dan jadikanlah dia serikatku dalam urusanku,”
(QS. Ta-Ha: 30- 32)

Al Hafiz membuat judul, ” Penjelasan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan Isa bin Maryam alaihimas salam ketika masih bayi dan masa kecilnya, serta awal mula wahyu turun dari Allah kepada Beliau”

Ada beberapa riwayat disebutkan Al Hafiz bahwa kaum Yahudi yang mengetahui Isa bisa berbicara ketika masih bayi dan mendengar berita-berita tentang Isa, mereka ingin membunuhnya. Maka, Maryam pun membawa Isa untuk hijrah ke Mesir.

Al Hafiz menyebut riwayat Wahb bin Munabbih, ” Setelah Isa berusia 13 tahun, Allah memerintahkan untuk kembali ke Bait Iliya “. Bait Iliya adalah nama lama Yerusalem atau Al Quds.

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُ مَّهٗۤ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَاۤ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَا تِ قَرَا رٍ وَّمَعِيْنٍ

“Dan telah Kami jadikan (‘Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata (bagi kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang, dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.” (QS Al Mu’minun :50)

Sebagian ulama tafsir memahami bahwa yang lokasi yang dimaksud adalah Mesir.

Itulah beberapa nabi yang disebutkan di dalam Al Qur’an pernah berada di Mesir, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun kisah-kisah mereka secara panjang lebar, telah disebutkan dalam kitab-kitab sejarah para nabi.

Nyatanya, masih banyak ilmu yang belum kita pelajari.

Wallahu a’lam

5 Dzulqa’dah 1447 H/22 April 2026

https://t.me/anakmudadansalaf

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (142) Ada kejadian menarik sesaat sebelum kapal meninggalkan Pelabuhan Namlea. Pintu kapal telah ditutup. Tangga sudah dinaikkan. Sebagian penumpang...
  • (121) Judul di atas adalah terjemah bebas dari nama sebuah kitab sejarah, yaitu Man Shabara, Zhafira. من صبر، ظفر...
  • (338) Kata-kata Ibnul Qayyim (Al Fawaid, hal.57) berikut sangat bermakna, فَمَا دَامَ الْأَجَلُ بَاقِيًا كَانَ الرزق آتِيَا “Sepanjang hidup...
  • (306) Kali ini, rute perjalanan disusun berbeda. Turun di Tarakan, menyeberang ke Tanjung, lalu pulang melalui Berau. Alhamdulillah 3...
  • (84) Yaqut al Hamawi (wafat 626 H), seorang ahli tarikh, pakar geografi Islam, dan peneliti sejarah dunia, melukiskan kota...
  • (165) Cinta harus terwujud nyata. Tidak hanya kata. Bukan sebatas retorika. Bukan karena terampil berbahasa. Ada bukti, ada aksi....

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca