![]() |
| Abu Manshur adalah figur pendidik yang penyabar. |
Buktinya?
Beliau menuntun orang-orang buta sampai bisa mengkhatamkan al Quran. Jumlah orang buta yang dituntun mencapai 70. Adz Dzahabi memuji, “Orang yang mentalqin/menuntun 70 orang buta, maka telah banyak berbuat baik”
Saudaraku, marilah bersabar menjadi pengajar! Ayolah berlapang dada saat mendampingi anak-anak didik. Lemah lembut lah! Sayangi dan kasihi mereka!
Jangan kasari mereka!
Jauhkan dari sikap kaku! Jangan membuat mereka lari dari belajar! Jangan menjadikan mereka benci untuk belajar!
Semoga tiba saatnya ketika :
Anak-anak yang kini dianggap nakal, dibilang usil, dikata jail, dan susah diatur…
Anak-anak yang pernah ngompol di kelas, tertidur di atas meja dan berbaju penuh keringat…
Anak-anak yang sekarang ini kadang menangis, senang teriak-teriak dan melompat-lompat…
Anak-anak yang kadang terlambat datang, tidak mengerjakan PR dan susah mengerjakan soal ujian….
Anak-anak yang cadel lidahnya, hafalannya lambat dan lemah dalam mengingat…
Insya Allah akan tiba saatnya ketika ; mereka dinyatakan selesai menempuh pendidikan, menjadi imam shalat dengan fasih, mengajarkan kitab-kitab ulama… anak-anak kecil kini, esok hari menjadi pelita umat, mercusuar ilmu dan penuntun dalam gelapnya kehidupan.
Saat mereka telah menjadi pejuang dakwah, di sana Anda bisa berharap pahala yang terus mengalir walau Anda telah berkalang tanah. Sebab, Anda telah menebar bibit kebaikan, menyemai benih ilmu yang bermanfaat.
Maka, semaikanlah mereka! Anak-anak kita.
Jika Anda bisa mengajar, kenapa Anda berpikir yang lain!
Baarakallahu fiikum
Kaki Gunung Gede 04 April 2021
