Setelah Retak, Setelahnya Tersentak

3 menit baca
Setelah Retak, Setelahnya Tersentak
Setelah Retak, Setelahnya Tersentak

(356)

Kakak adik tak akur. Bapak anak saling menghindar. Menantu mertua tanpa kata tanpa sapa. Suami istri membenci bagai 2 musuh bertahun-tahun.

Antar tetangga saling menjelekkan. Bawahan dan atasan berlomba menjatuhkan satu lainnya. Dulunya join dan partner kerja, berubah saling fitnah saling tuduh.

Ah, konflik selalu mengiringi kisah perjalanan manusia. Fakta yang tak terhindarkan. Konflik telah menguras energi, memeras pikiran. Tentu banyak hikmahnya!

Jika ditelusuri, pemicunya adalah amarah yang tak terkendali. Amarah yang dituruti. Diumbar dan dilampiaskan. Amarah yang berujung sesal berkepanjangan.

Al Bukhari (6116) meriwayatkan hadis Abu Hurairah tentang seseorang yang datang menemui Rasulullah ﷺ dan berujar, ” Berilah wasiat untukku “. Beliau bersabda :

لا تَغْضَبْ

” Jangan marah! “.

Orang itu berulang-ulang meminta wasiat lagi. Jawaban Nabi Muhammad ﷺ tetap sama :

لا تَغْضَبْ

” Jangan marah! “.

Betapa mengerikannya dampak amarah, sampai diulang-ulang oleh Rasulullah ﷺ!

Riwayat Malik menyebut ucapan sahabat yang bertanya, ” Setelah saya pikir dalam-dalam, marah memang menghimpun semua jenis keburukan”

Jakfar bin Muhammad berkata, ” Marah adalah kunci pembuka semua keburukan ”

Ibnul Mubarok ketika ditanya tentang semua akhlak yang baik, apa ringkasnya, menjawab, ” Menghindari marah”. Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih berpendapat sama.

Apa maksud sabda Nabi Muhammad ﷺ : Jangan marah!Dua makna.

Pertama : Perintah agar hamba berhias dengan akhlak-akhlak yang baik, seperti: dermawan, bijak, pemalu, tawadhu’, murah senyum, pemaaf, senang mengalah, dan yang semisalnya.

Jika telah terbentuk akhlaknya seperti di atas, maka ia mudah menahan marah ketika muncul sebab-sebabnya.

Makna kedua: Sekalipun ada pemicu, jangan terbawa! Walaupun faktornya ada, jangan marah! Usahakan semaksimal mungkin untuk menahan diri. Jangan menampakkan, apalagi ingin melampiaskannya!

Jika pun ada pemicu, marah masih bisa dihindari dengan beberapa langkah. Antara lain :

1. Berta’awwudz, yaitu memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari godaan setan dengan berucap : A’udzubillahi minas syaithanir rajiim. Berdasarkan hadis Sulaiman bin Shurad riwayat Bukhari Muslim.

2. Berubah posisi! Jika berdiri, segera duduk. Bila duduk, upayakan langsung berbaring.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا غَضِبَ أحدُكُم وهو قائِمٌ، فَلْيَجْلِس، فإن ذَهَبَ عَنه الغضبُ وإلا فليَضطجِعْ

” Jika salah satu dari kalian marah sementara ia sedang berdiri, maka duduklah. Apabila sudah reda marahnya, (maka baik). Jika tidak maka berbaringlah!”

HR Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Abu Dzar

3. Berwudhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ الغَضَبَ مِنَ الشَّيطانِ، وإن الشيطانَ خُلِقَ من النَّارِ، وإنما تُطفَأ النار بالماءِ، فإذا غَضِبَ أحَدُكُم، فَليَتوضَّأ

” Sungguh, amarah itu dari setan. Sungguh, setan diciptakan dari api. Sungguh, api itu dipadamkan dengan air. Maka, jika salah satu kalian marah hendaknya ia berwudhu ” HR Ahmad.

4. Diam. Tidak berbicara. Sebab, lisan sulit dikendalikan. Ketika marah, kata-kata terlepas liar. Sudah banyak yang menyesal, tidak terhitung yang menangisi.

Diam adalah langkah bijak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا غَضِبَ أحَدُكُمْ، فليَسْكُتْ

” Jika salah satu dari kalian marah, hendaknya ia diam “. Beliau mengulanginya 3 kali. (HR Ahmad dari sahabat Ibnu Abbas)

Ada yang bertanya kepada sahabat Salman, ” Anda meminta saya untuk tidak marah. Sungguh, jika saya marah, saya sulit menguasai diri’. Beliau menjawab, ” Kalaupun marah, tahan lisan dan tanganmu!’

Betapa sempurna Islam dan sungguh indah ajaran-ajarannya! Tidak ada hal yang terlewatkan. Semua hal baik ditanamkan, setiap hal buruk dijauhkan.

Semoga retak-retak yang pernah terjadi menjadi pembelajaran agar tak tersentak lagi untuk yang kesekian kali. ” Jangan marah!’.

(Nukilan-nukilan di atas bersumber dari kitab Jamiul Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al Hanbali)

6 Jumadal Akhir 1447/27 November 2025

anakmudadansalaf.id

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (369) Haru membawanya tanpa dia rasa. Titik-titik air mata membasahi pipinya. Bertahun lamanya penantian. Tak lelah doa-doa ia panjatkan....
  • (371) Berpuasa tidak bisa terlepas dari doa. Apalagi di bulan Ramadhan. Doa orang berpuasa, dari detik ia mulai berpuasa...
  • RENUNGAN Al Imam Abu Hazim berpesan, ” Ada dua hal, jika engkau jalankan, kebaikan dunia akhirat niscaya engkau peroleh”...
  • (229) Siapapun pasti mau untung. Ingin bahagia. Tidak mau celaka, tidak ingin menderita. Bila bisa, untung yang diraih adalah...
  • (59) Hampir tiap pagi di hari Jumat, kita membaca surat al Kahfi. Diberi nama al Kahfi, yang berarti gua,...
  • Sedih rasanya jika mendengar seorang pemuda mengatakan, “Aku ingin bekerja saja”. Jika bekerja adalah opsi terakhir dan pilihan yang...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca