Miskin : Takut Tak Beralasan

3 menit baca
Miskin : Takut Tak Beralasan
Miskin : Takut Tak Beralasan

(129)

Seringkali, bahkan hampir semua santri yang saya ajak bicara, begitu cemas tentang masa depannya.

Akan kerja apa? Mau makan apa? Bagaimana menafkahi anak istri? Bisakah punya tanah dan rumah? Mampukah ia infak dan sedekah?

Hemat kata ; takut miskin!

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: ” Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS Al Baqarah:268)

Takut miskin dijadikan senjata oleh syaitan untuk menyerang manusia.

Takut miskin membuat ibadah tak khusyuk, beramal kurang tenang, thalabul ilmi terganggu, dan terperangkap dalam jaring-jaring dunia. Dibekap dalam penjara dunia yang pengap!

Takut miskin tolak pangkal kekikiran, tak peduli kepada yang membutuhkan, mengabaikan orang lemah, tidak semangat dalam ta’awun, dan membikin setengah hati membela agama Allah.

Takut miskin bibit kejahatan. Mencuri, merampok, korupsi, melacurkan diri, berjudi, bahkan membunuh pun dilakoni. Asal tidak miskin.

Bahkan membunuh anaknya sendiri!

Allah Ta’ala melarang perilaku jahiliah, yakni membunuh anak karena takut miskin.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۖ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar ” (QS Al Isra:31)

Semacam perilaku jahiliah di atas, masih juga terjadi di zaman ini. Pembatasan jumlah anak, tidak ingin hamil, aborsi, bahkan betul-betul membunuh anak, bukankah nyata di masa kita?

Hanya saja, jika miskin telah membuat takut sebagian kaum beribadat, para pejuang thalabul ilmi, ini tidak boleh didiamkan.

Di sinilah pentingnyaTauhid, di antaranya adalah berkeyakinan penuh bahwa Allah Ta’ala satu-satunya Dzat yang memberi rejeki.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Artinya : ” Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh ” ( QS Adz Dzariyat:58)

Semua makhluk yang hidup di atas muka bumi, telah diatur dan ditetapkan rejekinya. Tidak akan meleset. Tidak pernah bergeser. Rejeki akan mengejar. Tidak berkurang, tidak bertambah, dari ketentuan.

Rejeki tidak akan tertukar!

Allah berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: ” Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) ” (QS Hud:6)

Selain itu, ikhtiar tidak bisa ditawar. Bekerjalah! Asal halal, jangan malu. Biar dipandang sebelah mata, yang penting meraih ridha- Nya.

Percuma juga berlimpah tapi tak berkah. Kelihatan kaya, tapi dari satu utang ke utang lainnya. Nampak elit, tapi tanggungan hutang melilit. Gaya selangit, namun dari hasil kredit. Bergonta-ganti dasi dari korupsi.

Apa enaknya dibilang kaya, sementara SK digadaikannya. Surat-surat berharga jadi jaminannya. Gagah luarnya, keropos dan rapuh dalamnya.

Sudahlah, tidak usah menipu diri sendiri! Jangan berbohong kepada orang lain!

Coba resapi pesan Nabi Muhammad berikut ini (HR Bukhari 1402)

لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ

Sungguh! Salah satu dari kalian mengambil tali lalu mengikat kayu bakar untuk diangkat di punggung, kemudian ia jual sehingga Allah menjaga wajahnya, itu lebih baik, daripada meminta-minta kepada orang. Mereka beri ataukah tidak

Abu Nasim Mukhtar Iben Rifai

“Kata-kata yang baik terhitung sedekah” (HR. Bukhari 2989 Muslim 1009 dari sahabat Abu Hurairah)

Lainnya

  • (314) Ingin Seperti Mereka, Hanya Saja… Saya sering berbincang dan berdiskusi dengan rekan-rekan muda yang memiliki respek terhadap dunia...
  • Ke Mekkah Mengukur Syukur Bahkan ada yang sebelumnya tidak berani membayangkan jika ia benar-benar akan tiba di Mekkah. Kenapa...
  • (249) Lurus pintu 10-12. Di sebelah luar gerbang nomor 320. Sejajar dekat dengan lokasi (dulu) Balai Saqifah, lokasi bermusyawarah...
  • (316) Bisa saja seseorang mencintai. Mudah dan semau inginnya. Sebab, memberikan cinta tergantung pilihannya. Memperoleh cinta dari orang yang...
  • (382) Kisah Berakhir Indah, Mungkinkah? Satu orang dengan kisahnya. Masing-masing menjalani stori. Tiap-tiap berbeda cerita. Namun, apakah mungkin berakhir...
  • (355) Tanpa meminggirkan peran Ibu dan jangan melupakannya, kehadiran ayah sangatlah berarti bagi anak. Akan berbeda anak yang tumbuh...

Kirim Pertanyaan

Eksplorasi konten lain dari Anak Muda Dan Salaf Official Website

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca